Pemerintah dan Polri Garap Lahan Pertanian Bawang Putih

Share

Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperkuat ekosistem produksi bawang putih nasional melalui aksi penanaman serentak dan panen raya di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menekan ketergantungan impor bawang putih nasional yang saat ini masih mencapai 90 hingga 95 persen. Kebutuhan nasional berkisar 600.000 ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru menyumbang 39.000 hingga 40.000 ton.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menginisiasi penanaman bawang putih di lahan seluas 279,5 hektare yang tersebar di 59 Polres dengan melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani. Dari total area tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 2.795 ton.

Polda NTB mencatatkan area penanaman terluas yakni 120 hektare dengan potensi produksi 1.200 ton, disusul Polda Sumatera Selatan seluas 81 hektare dan Polda Jawa Barat seluas 44,58 hektare. Kegiatan serupa juga berlangsung di 11 polda lainnya, sedangkan Polda Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah dijadwalkan memulai penanaman pada September dan Oktober 2026.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penanaman serentak ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.

"Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini beliau menyampaikan bahwa kita harus mandiri terutama di bidang ketahanan pangan, karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindaklanjuti," ujar Sigit.

Secara keseluruhan, Kementerian Pertanian memberi target lahan seluas 4.840 hektare kepada Polri. Saat ini, terverifikasi lahan seluas 2.593,1 hektare di 17 Polda dan 66 Polres, dengan 927,6 hektare di antaranya telah ditanami dan 1.665,6 hektare lainnya dalam tahap persiapan.

Sigit berharap dukungan dari Komisi IV DPR RI untuk terus memperluas area tanam demi mempercepat pencapaian target swasembada.

"Bahwa kita memiliki potensi luas lahan 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda jadi kalau memang ada kebijakan lagi untuk memperluas luasan ini, mumpung ada Ibu Ketua Komisi IV DPR (Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto) pasti akan bisa terlaksana. Karena beliau tinggal memerintahkan. Mumpung ada di depan beliau, kita mengharapkan luasan ini bisa bertambah sehingga kemudian apa yang menjadi cita-cita Bapak Presiden bisa kita eksekusi dengan baik," ujar Sigit.

Selain penanaman, rombongan pejabat juga melakukan panen raya di lahan seluas 105 hektare di Sembalun Bumbung. Panen yang melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani ini diproyeksikan menghasilkan 1.050 ton bawang putih.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya langkah nyata dan integrasi dari hulu ke hilir untuk mengurangi impor.

"Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga," ujar Zulhas.

Pemerintah turut menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa 90 unit traktor tangan, satu unit traktor roda empat, lima pompa air tenaga surya, 19 pompa air beserta perlengkapannya, dan 17 ton pupuk Phonska Nitroku. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun untuk mendukung penyimpanan hasil panen.

Zulhas menekankan bahwa kawasan Sembalun menjadi simbol komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

"Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri," tegas Zulhas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author