Rayo Vallecano Jamu Alaves di Butarque Akibat Sengketa Stadion
Manajemen Rayo Vallecano terpaksa memindahkan laga kandang La Liga pekan kedua menghadapi Deportivo Alaves ke Stadion Municipal de Butarque, Leganés, Kamis, 20 Agustus 2026. Keputusan mengungsi ini diambil setelah Pemerintah Komunitas Madrid melarang penggunaan Stadion Vallecas karena alasan kelayakan fasilitas.
Wakil Presiden Rayo Vallecano, Jose Maria Sarda, menyampaikan apresiasi atas bantuan pihak Leganés yang telah meminjamkan markas mereka. Di saat bersamaan, ia melayangkan kritik keras terhadap pemerintah daerah yang dinilai memperlambat proses verifikasi dokumen kelayakan stadion.
"Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada Leganes karena telah meminjamkan stadion mereka sebagai dampak dari apa yang terjadi dengan Komunitas Madrid dan isu-isu yang sedang kami selesaikan," kata Jose Maria Sarda, Wakil Presiden Rayo Vallecano.
Sarda menegaskan bahwa klub telah menyelesaikan perbaikan atas seluruh kekurangan fisik yang sebelumnya disorot oleh pihak berwenang. Menurutnya, kegagalan menggelar pertandingan di markas sendiri murni akibat keterlambatan birokrasi pemerintah setempat dalam meninjau berkas permohonan.
"Komunitas tidak mengizinkan kami bermain di stadion karena defisiensi yang mereka sebutkan dan itu sudah tidak ada lagi karena telah diperbaiki," ujar Jose Maria Sarda, Wakil Presiden Rayo Vallecano.
Pihak klub mengklaim telah menyerahkan seluruh dokumen administratif secara lengkap sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Pemindahan lokasi pertandingan ini menjadi yang kedua kalinya bagi Rayo Vallecano setelah sebelumnya juga pernah terdepak ke Leganes saat menghadapi Atletico Madrid.
"Pemerintah telah diberikan dokumentasi tepat waktu dan sesuai prosedur, tetapi mereka, karena terlambat dalam melakukan studi terhadap semua dokumentasi, tidak mengizinkan kami bermain padahal kami bisa bermain dengan sempurna," ucap Jose Maria Sarda, Wakil Presiden Rayo Vallecano.
Sarda menambahkan bahwa kondisi arena pertandingan sejatinya sudah berada dalam kelaikan penuh untuk menggelar laga tingkat teratas. Pihaknya optimistis kelengkapan dokumen yang dilampirkan dapat membuktikan kesiapan fasilitas tersebut.
"Klub Rayo telah menyediakan semua yang diminta oleh Komunitas. Benar-benar semuanya," kata Jose Maria Sarda, Wakil Presiden Rayo Vallecano.
Sengketa arena ini berdampak langsung pada tingkat kehadiran penonton di tribune Stadion Butarque. Mayoritas pemegang tiket musiman memilih absen sebagai bentuk protes atas krisis pengelolaan stadion yang berlarut-larut.
"Stadion berada dalam kondisi sempurna untuk bertanding. Dan buktinya adalah semua dokumentasi yang telah kami serahkan," tutur Jose Maria Sarda, Wakil Presiden Rayo Vallecano.
Di lain sisi, pelatih Rayo Vallecano, Benat San Jose, merilis daftar pemain beberapa jam sebelum laga dimulai. Pertandingan yang dipimpin wasit Jose Luis Munuera Montero ini menjadi ajang perburuan poin pertama usai Rayo kalah 1-2 dari Sevilla pada laga pembuka.
Skuat Rayo Vallecano memboyong kiper Cardenas dan Batalla; lini belakang diisi Ratiu, Balliu, Lejeune, Pelayo, Lozano, Jozhua, serta de las Sias. Sektor tengah dihuni Pedro Diaz, Unai Lopez, Pathe Ciss, Isi, Camello, Fran Perez, Oscar Valentin, dan Ivan Alonso, sedangkan opsi penyerang mengandalkan Alemao, Tsitaishvili, Nteka, Alvaro Garcia, dan de Frutos.