Jepang dan India Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan Baru
Pemerintah India menawarkan peluang kolaborasi pengembangan dan produksi bersama alat utama sistem persenjataan kepada perusahaan-perusahaan Jepang. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di New Delhi, Kamis (20/8/2026). Inisiatif skema 'Make in India' menjadi pijakan utama dalam mendorong perusahaan serta perusahaan rintisan Jepang untuk bermitra dengan industri lokal.
Selain sektor industri, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama teknologi persenjataan canggih melalui Research and Development (R&D) antara Defence Research and Development Organisation (DRDO) India dan Acquisition, Technology & Logistics Agency (ATLA) Jepang. Guna merealisasikan target tersebut, kedua pihak menjadwalkan penyelenggaraan Forum Industri Pertahanan sebagai wadah koordinasi antarkorporasi. Pemerintah India dan Jepang juga mempercepat proyek transfer peralatan militer pertama mereka, yakni sistem antena komunikasi terpadu UNICORN untuk kapal perang.
Pertemuan tingkat tinggi ini turut membahas penguatan kemitraan strategis dalam menjaga stabilitas wilayah perairan Indo-Pasifik. Narendra Modi memberikan apresiasi atas konsistensi momentum kerja sama pertahanan yang terus berkembang antara kedua negara mitra.
"Senang menerima Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi. Melakukan percakapan yang sangat baik mengenai pendalaman hubungan pertahanan dan keamanan antara India dan Jepang. Kemitraan Strategis Khusus dan Global kami merupakan jangkar penting bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik dan sekitarnya," kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam unggahannya di media sosial X.
Di bidang militer, Angkatan Udara Jepang (JASDF) dijadwalkan mengirimkan pesawat tempurnya ke India untuk pertama kalinya guna berpartisipasi dalam latihan bersama Veer Guardian 26. Selain itu, kedua negara menyepakati perluasan latihan rutin militer darat Dharma Guardian dan latihan laut JIMEX, serta merencanakan pertukaran pasukan khusus di masa mendatang.