Dewan Direksi Better Pecat CEO Vishal Garg Usai Kerugian Membengkak

Share

Dewan direksi perusahaan teknologi finansial Better resmi memberhentikan CEO sekaligus pendirinya, Vishal Garg, pada 3 Agustus setelah kinerja keuangan perusahaan memburuk dan harga saham anjlok drastis, dilansir dari Detik iNET.

Posisi pimpinan di Better kini diisi oleh mantan manajer hedge fund Daniel Lewis sebagai CEO interim. Penunjukan Lewis dilakukan hanya sepekan setelah dirinya bergabung dalam dewan direksi perusahaan hipotek digital tersebut.

Merespons keputusan pencopotan dirinya dari jajaran pimpinan tinggi Better, Garg menyampaikan klaim mengenai proses pemberhentian tersebut.

"Dia bilang dia menyukai strategi perusahaan. Dia memuji kami di platform X dan menggunakan hal itu untuk masuk ke dewan direksi serta merebut kepercayaan kami," kata Garg.

Kinerja Better di bawah kepemimpinan Garg mengalami penurunan signifikan, dengan penjualan merosot dari USD 1,5 miliar pada 2021 menjadi USD 70 juta pada 2023. Meski demikian, Garg mengeklaim kinerja Better sebenarnya mulai menunjukkan tren positif.

"Kami sedang unggul. Volume pinjaman kami naik tiga kali lipat. Kami sudah sangat dekat dengan profitabilitas," kata Garg.

Mantan CEO tersebut menilai ada manuver politik internal yang membuat dewan direksi mengambil langkah pemberhentian terhadap dirinya.

"Saya curiga dia memang selalu ingin menjadi CEO. Dewan direksi telah melakukan kesalahan," kata Garg.

Garg menuntut pemulihan jabatannya melalui surat resmi dan telah menunjuk kuasa hukum. Ia bahkan menawarkan syarat khusus agar bisa kembali memimpin perusahaan yang ia dirikan sejak 2016 itu.

Garg menyatakan bersedia menerima gaji USD 1 per tahun hingga Better kembali mencetak profit sebelum ia akhirnya mengundurkan diri secara sukarela.

"Ini adalah pengakuan bahwa saya telah menjalankan perusahaan ini selama 10 tahun, tapi eksekusinya belum sempurna. Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan. Saya yakin masa depan Better masih sangat cerah," kata Garg.

Di sisi lain, Better mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Pihak perusahaan menuding Garg melanggar dua UU sekuritas federal dengan menggalang koalisi pemegang saham serta menyebarkan pernyataan menyesatkan demi merebut kembali posisi CEO.

Laporan Forbes mengungkapkan bahwa dewan direksi secara bulat memberhentikan Garg karena akumulasi kerugian bersih yang menembus USD 1,5 miliar sejak 2022 dan kemerosotan harga saham hingga lebih dari 90 persen.

Nama Garg sebelumnya mencuat ke publik saat ia memecat 900 karyawannya secara mendadak lewat panggilan Zoom menjelang Natal pada 2021.

"Ini adalah kali kedua dalam karier saya melakukan hal ini dan saya sebenarnya tidak ingin melakukannya. Terakhir kali saya melakukannya, saya menangis," kata Garg.

Atas tindakan kontroversial tersebut, Garg berdalih pemutusan hubungan kerja dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan dari ancaman krisis finansial.

"Kalian tahu tidak bahwa setidaknya 250 orang yang diberhentikan itu rata-rata hanya bekerja 2 jam sehari sementara mencatatkan 8 jam lebih sehari di sistem penggajian?" kata Garg.

Usai insiden pemecatan massal via Zoom tersebut, Garg sempat dibebastugaskan sementara sebelum akhirnya diaktifkan kembali hingga resmi dicopot oleh dewan direksi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author