Lauren Fowler Hamil Setelah Terima Transplantasi Rahim dari Kakak

Share

Lauren Fowler, perempuan asal Inggris yang lahir tanpa rahim karena sindrom Mayer Rokitansky Küster Hauser (MRKH), kini tengah mengandung usia 26 minggu setelah menjalani transplantasi rahim dari kakaknya, Kelly, pada Mei 2025, dilansir dari HaiBunda.

Lauren mengalami MRKH tipe 1 yang menyebabkan rahim tidak berkembang dengan sempurna, sehingga sejak lahir ia tidak memiliki rahim dan awalnya dianggap tidak bisa mengandung. Keinginannya menjadi ibu tetap kuat dan ia mengetahui kemungkinan transplantasi rahim mulai 2010 ketika donor masih berasal dari jenazah.

Setelah penelitian berkembang memungkinkan donor hidup, Lauren menghubungi kakaknya yang bersedia mendonorkan rahim setelah selesai membangun keluarganya sendiri. Operasi transplantasi berjalan awalnya lancar, namun Lauren mengalami komplikasi berupa sumbatan dan harus menjalani dua operasi tambahan.

Meskipun begitu, rahim transplantasi tidak ditolak tubuhnya dan Lauren bahkan mengalami menstruasi untuk pertama kali. Perjalanan hamil tidak mulus; kehamilan pertama berakhir keguguran pada usia lima minggu. Namun kini, Lauren hamil 26 minggu dan diperkirakan melahirkan Oktober 2026 melalui operasi caesar.

Prosedur transplantasi rahim memungkinkan perempuan tanpa rahim untuk hamil melalui penanaman embrio hasil fertilisasi in vitro ke rahim donor. Namun, prosedur ini kompleks dan berisiko karena tubuh penerima bisa menolak organ sehingga diperlukan obat imunosupresan dan pemantauan ketat.

Sebuah studi di JAMA 2024 menyatakan transplantasi rahim dapat menghasilkan angka kelahiran hidup tinggi jika cangkok bertahan, meski komplikasi medis dan operasi tetap mungkin terjadi. Penelitian lain menemukan risiko keguguran, preeklamsia, hipertensi gestasional, serta komplikasi transplantasi seperti penolakan organ dan gangguan ginjal akut pada kehamilan setelah transplantasi rahim.

Penelitian 2025 mencatat seluruh persalinan setelah transplantasi rahim dilakukan dengan operasi caesar, sekitar 47,5 persen darurat, dengan risiko prematur dan plasenta previa cukup tinggi. Di Australia, kelahiran hidup pertama dari rahim transplantasi tercatat pada 2025 dengan bayi lahir sehat setelah 37 minggu kehamilan.

Lauren membagikan kisahnya untuk meningkatkan kesadaran tentang MRKH dan memberi harapan pada perempuan lain dengan kondisi serupa. Kakaknya, Kelly, menyatakan pengalaman transplantasi tersebut membuat hubungan mereka semakin dekat.

"Kami memang sudah dekat sejak dulu, tetapi menurut saya, mustahil kami bisa melalui pengalaman seperti ini tanpa merasakan dampaknya dan menjadi semakin dekat," ujar Kelly.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author