Jasa Marga Raup Pendapatan Rp19,8 Triliun dan Bagikan Dividen

Share

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan stabilitas laba inti sebesar Rp3,7 triliun yang ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha menjadi Rp19,8 triliun pada tahun buku 2025. Capaian keuangan tersebut melandasi keputusan emiten untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,1 triliun kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.

Jumlah laba yang didistribusikan tersebut setara dengan 31 persen dari total keuntungan bersih perseroan selama tahun buku 2025. Nilai dividen per lembar saham yang ditetapkan adalah Rp156,2, di mana sisa keuntungan bersih akan dimasukkan sebagai laba ditahan untuk pos cadangan perusahaan.

Pertumbuhan kinerja keuangan ini sejalan dengan posisi perseroan yang menguasai 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional. Hingga akhir tahun 2025, badan usaha milik negara ini mengoperasikan total 1.294 kilometer jalan tol dari keseluruhan konsesi yang mencapai 1.736 kilometer.

Dalam laporan resmi yang dilansir metrotvnews.com, kondisi keuangan perusahaan turut dipengaruhi oleh peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang menyentuh angka Rp13,3 triliun. Manajemen juga mencatat keberhasilan dalam memangkas beban finansial konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan.

"Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.

Penurunan beban pembiayaan ini merupakan dampak positif dari langkah pendanaan ekuitas yang dieksekusi perusahaan pada akhir tahun 2024. Manajemen menjelaskan bahwa efisiensi biaya memperkuat struktur modal dalam mengawal kelanjutan proyek ekspansi jaringan jalan tol.

"Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung by pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung by keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," jelas Rivan A. Purwantono.

Arus pergerakan kendaraan di seluruh ruas tol kelolaan perseroan dilaporkan mencapai angka rata-rata 3,58 juta armada per hari. Secara akumulatif, total volume lalu lintas yang dilayani perusahaan sepanjang tahun 2025 menembus 1,31 miliar kendaraan.

"Kami akan mengupayakan peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur. Kami yakin dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional yang solid," tutur Rivan A. Purwantono.

Bersamaan dengan pembaruan data keuangan, perseroan melakukan penyegaran kepengurusan melalui penunjukan jajaran direksi dan komisaris baru. Ucapan selamat atas pelantikan manajemen baru tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi korporasi sebagaimana dikutip finance.detik.com.

"Segenap Keluarga Besar Jasa Marga Group mengucapkan, selamat bertugas kepada jajaran Direksi Jasa Marga Group," tulis Jasa Marga.

Perubahan struktur kepemimpinan ini diharapkan mampu menstimulasi para pekerja di lingkungan perusahaan agar terus melahirkan terobosan baru dalam pelayanan operasional tol. Layanan digital lewat aplikasi Travoy mencatatkan kenaikan pengunduh sebesar 48 persen menjadi 1,1 juta pengguna aktif.

"Semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban amanah, menghadirkan kepemimpinan yang membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan, serta menginspirasi seluruh Roadster Jasa Marga untuk terus bertumbuh dan berinovasi," sambung Persero.

Di samping pengembangan platform digital navigasi perjalanan, emiten berkode saham JSMR ini mengelola dan mengoperasikan 59 titik rest area yang tersebar di seluruh jaringan jalan tol miliknya hingga akhir periode 2025.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author