Pemerintah Maksimalkan Sumber Daya Nasional Tangani Gempa NTT
Pemerintah Indonesia fokus mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya nasional dalam mengatasi dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8/2026). Langkah penanganan dalam negeri ini dinilai masih mencukupi sehingga bantuan internasional belum dibutuhkan. Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh kebutuhan penanganan darurat serta bantuan bagi warga yang terdampak penanganan gempa dapat terpenuhi melalui fasilitas dalam negeri, seperti dilansir dari Detikcom. "Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki," kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
Meski mengutamakan penanganan mandiri, pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas gelombang simpati dan tawaran bantuan dari berbagai negara sahabat untuk pemulihan pascabencana.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga telah menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada para duta besar negara sahabat yang menunjukkan kepedulian atas musibah ini. "Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini," kata Yvonne.
Mengenai rencana pembahasan bantuan saat pertemuan Dialog Komprehensif Strategis (CSD) Indonesia-China pada Jumat (21/8), Kemlu mengonfirmasi agenda tersebut masih dalam tahap pembahasan internal. Sebelumnya, Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan bantuan logistik dan medis sesuai dengan permintaan dari pihak Indonesia.
"China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," ucap Juru Bicara Kemlu China Lin Jian. Lin Jian turut mengonfirmasi terdapat beberapa warga negara China yang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa di wilayah NTT tersebut. Dukungan serupa datang dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas korban jiwa yang berjatuhan.
Pemerintah Iran menawarkan bantuan tenaga medis serta perlengkapan darurat untuk dikirimkan ke lokasi bencana di NTT.
"Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas," kata Masoud Pezeshkian. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (20/8), korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7 di NTT mencapai 75 orang. BNPB telah menyalurkan 398 ton bantuan logistik selama 15-18 Agustus, di mana 165 ton di antaranya didistribusikan melalui jalur udara.