Iran Labeli California Wilayah Baru Balas Klaim Donald Trump
Otoritas Iran melabeli negara bagian California di Amerika Serikat sebagai wilayah baru mereka pada Kamis (20/8/2026). Langkah diplomatik ini diambil untuk membalas tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru negaranya.
Aksi saling klaim wilayah tersebut memicu ketegangan baru di tengah ancaman eskalasi militer di kawasan Eropa. Seperti dilansir dari Detikcom, Teheran juga dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan balasan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat di kawasan Eropa bagian tenggara jika gesekan antar kedua negara semakin membesar.
Respons resmi Iran diluncurkan melalui akun X Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, yang mengunggah peta Amerika Serikat dengan menyorot wilayah California menggunakan warna biru.
"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," tulis akun resmi @IraninHyderabad tersebut.
Eskalasi propaganda ini beriringan dengan laporan intelijen bahwa pasukan Teheran mempertimbangkan target militer Amerika Serikat di Bulgaria, termasuk Pangkalan Udara Bezmer yang baru-baru ini digunakan untuk pengisian bahan bakar pesawat tempur Washington.
Di tempat terpisah, isu pertahanan kawasan juga diwarnai penetapan estimasi hulu ledak nuklir Korea Utara oleh otoritas Korea Selatan. Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu Back menyampaikan data tersebut saat berbicara di hadapan anggota parlemen.
"Kami biasanya memperkirakan jumlahnya berkisar antara 80 hingga 120, namun sulit untuk menyebutkan angka yang pasti," kata Ahn di hadapan komite parlemen Korsel.
Pernyataan tersebut menepis klaim Donald Trump yang menyebut Pyongyang hanya memiliki 57 senjata nuklir. Sementara itu, dari Jalur Gaza, militer Israel akhirnya mengakhiri bantahan dan secara resmi memerintahkan penyelidikan pidana terkait penembakan kendaraan yang menewaskan bocah Palestina berusia lima tahun, Hind Rajab, pada insiden tahun 2024 lalu.
Ancaman tekanan finansial dari Washington juga ditanggapi dingin oleh diplomat senior Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan penegasan bahwa gertakan isolasi ekonomi yang dilontarkan pihak Amerika Serikat tidak akan mengubah arah kebijakan negara tersebut.
Araghchi menilai skema pembatasan ekonomi tersebut hanyalah strategi pengalihan isu atas krisis keuangan internal Amerika Serikat yang kini sedang dibayangi rekor utang serta lonjakan suku bunga.