Alfamart dan Alfamidi Serap 3.870 Lulusan Vokasi dalam Setaun
Penyerapan tenaga kerja dari jalur pendidikan vokasi terus menunjukkan hasil positif. Dikutip dari Detikcom, sebanyak 3.870 lulusan Alfamart dan Alfamidi Class berhasil terserap langsung menjadi karyawan di jaringan ritel tersebut dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri ritel modern ini terbagi menjadi dua kelompok penyerapan. Sebanyak 3.431 lulusan bergabung dengan Alfamart, sementara 439 lulusan lainnya bekerja di Alfamidi.
Selain menyerap lulusan, program ini fokus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (Tendik). Sebanyak 794 guru vokasi dari 229 sekolah pengelola program telah dinyatakan lulus dalam penguatan link and match industri ritel nasional.
Program kolaborasi antara Alfamart dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026. Inisiatif ini dirancang agar kompetensi guru sejalan dengan perkembangan standar industri ritel modern.
Melalui kurikulum berbasis industri, para tenaga pendidik tidak hanya mendalami teori. Guru peserta juga mendapatkan pengalaman praktik langsung serta memahami dinamika operasional di lingkungan kerja Alfamart dan Alfamidi.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang disepakati Alfamart bersama Kemendikdasmen pada Mei 2026. Jangkauan program tercatat kian luas dengan kehadiran 229 business center di 29 provinsi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr Fajar Riza, memberikan apresiasi atas kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kolaborasi sektor bisnis dan pemerintah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas siswa serta tenaga pendidik.
"Tadi kita dengarkan testimoni dari guru-guru yang mengikuti program ini, dan mereka memberikan apresiasi yang sangat positif. Mereka mendapatkan manfaat dalam proses pemagangan ini, sehingga lebih mengetahui proses bisnis yang terjadi dan tentu memberikan nilai tambah saat mereka kembali ke sekolah masing-masing," ujar Riza, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Riza turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan terhadap dunia pendidikan vokasi melalui program yang telah berjalan sejak 2009 tersebut.
"Kami mengapresiasi Alfamart dan Alfamidi yang konsisten memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan vokasi kita, sehingga kita punya tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten namun juga mempunyai pengalaman terhadap bidang-bidang keilmuan yang mereka ajarkan di sekolahnya (Alfamart dan Alfamidi Class)." katanya.
Pihaknya berharap inisiatif menghadirkan pengalaman kerja langsung bagi guru vokasi dapat terus berlanjut dan diperluas cakupan manfaatnya.
Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu, menjelaskan bahwa program ini menjadi wadah sinkronisasi antara kebutuhan dunia usaha dan pendidikan vokasi. Program ini dirancang terus berkembang mengikuti dinamika industri.
"Selama 17 tahun perjalanan program, Alfamart dan Alfamidi Class terus berinovasi. Tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung pendidikan melalui business center ritel modern, tetapi juga memperkuat kapasitas Tendik agar dapat memahami dan mengimplementasikan proses bisnis ritel modern secara lebih komprehensif," ujar Sunu.
Sunu memaparkan bahwa dari total 229 business center, sebanyak 169 unit merupakan Alfamart Class dan 60 unit lainnya Alfamidi Class. Sementara peserta penguatan kompetensi terdiri dari 650 guru Alfamart Class dan 144 guru Alfamidi Class.
"Komitmen Alfamart dan Alfamidi dalam mendukung sektor pendidikan akan terus kami selaraskan dengan kebutuhan dan dinamika industri yang semakin adaptif. Harapan kami, melalui penguatan kompetensi guru vokasi ini, dapat lahir lulusan yang semakin siap dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menghadapi dunia kerja," jelas Sunu.
Manfaat pelatihan dirasakan langsung oleh peserta magang, salah satunya Klasina Akely, guru vokasi dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya. Selain mengikuti pelatihan hybrid, peserta menjalani pemagangan langsung di gerai.
"Setelah menjalani program magang (Alfamart Class), saya menyadari bahwa banyak pembelajaran industri yang belum diterapkan di sekolah. Contohnya seperti materi administrasi transaksi. Harapannya tahun depan ada program seperti ini agar para guru mendapat pengalaman berharga. Guru-guru di sekolah bisa langsung terjun ke dunia industri dan dapat kembali ke sekolah untuk menerapkan ilmu tersebut kepada murid sehingga mereka tidak kaget dengan dunia industri ," ceritanya.
Rangkaian kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Wamen Dikdasmen Dr Fajar Riza bersama Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Depok, Jawa Barat.