Gempa Susulan M5,2 Guncang Manggarai Timur Tidak Berpotensi Tsunami

Share

Aktivitas gempa susulan melanda wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang perairan timur laut daerah tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 15.01 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa hasil analisis pemutakhiran menunjukkan gempa tersebut berkekuatan M5,0 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,26° LS dan 120,71° BT, atau sekitar 47 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai.

Hasil pemodelan BMKG memastikan guncangan tidak memicu potensi tsunami. Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik belakang busur Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan geser turun.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, dampak gempa dirasakan paling kuat di Lamba Leda, Manggarai Timur, pada skala V MMI yang membuat hampir semua penduduk merasakan getaran dan banyak orang terbangun. Area Sambi Rampas, Reok, dan Kota Ruteng mencatat skala IV MMI, sedangkan Kota Borong, Kota Bajawa, dan Kota Mbay merasakan getaran skala III MMI. Wilayah Kota Labuan Bajo turut merasakan guncangan ringan pada skala II MMI.

Peristiwa ini tercatat sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan atas gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat setidaknya ada 3.752 aktivitas gempa susulan hingga 20 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Otoritas meteorologi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta memverifikasi seluruh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author