Marc Marquez Sebut Hubungan dengan Valentino Rossi Sulit Membaik

Share

Pembalap MotoGP Marc Marquez menyatakan bahwa hubungan dinginnya dengan legenda balap Valentino Rossi sulit untuk membaik karena membutuhkan kesediaan dari kedua pihak. Pernyataan ini disampaikan Marquez pada 20 Agustus 2026 saat membahas rivalitas panjang mereka yang memanas sejak musim 2015.

Persaingan sengit keduanya mencapai puncak pada MotoGP Malaysia 2015 di Sirkuit Sepang, yang diwarnai kontak fisik dan tuduhan dari Rossi. Meskipun demikian, Marquez menegaskan bahwa ketegangan tersebut tidak memengaruhi kehidupan pribadi mereka.

"Mustahil menemukan solusi. Ada hal-hal yang tidak bergantung pada satu orang saja. Dibutuhkan dua pihak," ujar Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team, dilansir dari Motosan dan Corsedimoto.

"Dalam kehidupan pribadi saya, saya tidak membutuhkannya dan dia juga tidak membutuhkan saya. Namun, saya menghormati apa yang telah dia capai," tambahnya.

Meski mengalami ketegangan bertahun-tahun, Marquez mengakui kontribusi besar yang diberikan keduanya bagi perkembangan olahraga balap motor dunia.

"Kami berdua telah memberikan kontribusi besar untuk MotoGP dan dunia balap motor. Kami adalah dua orang yang sangat berbeda," kata Marquez.

Selain membahas hubungan dengan Rossi, Marquez mengungkapkan masa-masa sulit dalam kariernya akibat cedera parah pada GP Jerez 2020 yang memakan waktu pemulihan empat tahun hingga 2024. Proses ini sangat berat secara mental dan sempat membuatnya mempertimbangkan pensiun dini.

"Saya mengalami cedera dalam waktu yang lama, empat tahun, dari 2020 hingga 2024. Secara mental itu sangat berat," ujar Marquez.

"Saya sangat menderita, untuk apa?" tambahnya.

Keputusan pindah dari Honda ke Ducati menjadi titik balik yang mengembalikan motivasi dan rasa kemenangan baginya di MotoGP.

"Saat saya pulih, saya berpikir: ini adalah kesempatan terakhir. Saat itulah saya memutuskan pindah dari Honda ke Ducati," kata Marquez.

"Di sana saya mulai merasakan kembali rasa kemenangan. Itu adalah bahan bakar terbaik untuk tubuh saya," lanjutnya.

Marquez mengakui kondisi fisiknya tidak lagi seprima dulu akibat cedera-cedera yang dialaminya, namun ia tetap berniat melanjutkan balapan selama fisiknya memungkinkan sesuai kontrak yang berjalan.

"Itu yang dikatakan kontrak saya. Saya selalu mengatakan hal yang sama: jika kondisi fisik saya memungkinkan, saya ingin terus melanjutkan," ujar Marquez.

Menurutnya, faktor kesehatan akan menjadi penentu kapan ia harus mengakhiri karier balap profesional.

"Saya tidak akan menjadi pebalap pertama dan bukan yang terakhir yang mengakhiri karier karena kesehatan. Saya pikir itu akan terjadi cepat atau lambat karena saya mengalami banyak cedera dan setiap tahun rasa sakitnya semakin bertambah," kata Marquez.

Menatap masa depan MotoGP, Marquez menunjuk pembalap muda Pedro Acosta sebagai talenta yang mampu memimpin generasi baru di kejuaraan ini. Pada musim depan, keduanya akan membalap bersama di tim pabrikan Ducati Lenovo.

"Pebalap yang saat ini berada di MotoGP dan punya talenta untuk memimpin generasi baru adalah Pedro Acosta. Tahun depan, kami berdua akan membalap untuk Ducati, di tim Lenovo, dengan motor terbaik di grid," ujar Marquez.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author