OJK Catat Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah Meski Aset Naik

Share

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset sektor keuangan syariah nasional menembus Rp 3.250,22 triliun hingga Juni 2026. Meski nilai aset terus membengkak, tingkat akses masyarakat terhadap produk atau inklusi keuangan syariah masih berada di level rendah.

Kesenjangan mencolok terlihat dari perbandingan tingkat pemahaman dan pemanfaatan layanan syariah oleh masyarakat. Angka literasi keuangan syariah tercatat telah mencapai 43,07 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru menyentuh angka 13,24 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, memaparkan secara langsung kondisi jurang pemisah antara literasi dan inklusi tersebut dalam sebuah forum publik pada Kamis (20/8/2026).

"Keberadaan dari keuangan syariah kita, sekarang ini mohon maaf, inklusinya masih terbatas. Jadi kalau dilihat dari literasi dan inklusinya, sudah 43% (literasi), kemudian inklusinya 13%," ungkap Dicky dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Jurang pemisah ini dipandang OJK bukan sebagai hambatan, melainkan ruang luas untuk ekspansi. Layanan digital seperti aplikasi ponsel dinilai mampu mengatasi keterbatasan jaringan kantor fisik perbankan syariah agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan konvensional.

"Ya kalau dibandingkan konvensional kita tahu jumlah lembaga secara fisik cabang mungkin kita relatif lebih terbatas. Tapi kan sudah ada mobile app sekarang ini. Jadi tidak ada alasan bahwa keuangan syariah itu sulit atau lebih sulit diakses daripada konvensional," jelasnya.

Selain perluasan akses digital, fungsi penyaluran dana ke masyarakat juga terus tumbuh pesat. Lembaga keuangan syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan perbankan sebesar 11,3 persen hingga Juni 2026.

"Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemasyarakatan," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author