UMI Kirim Tim Medis dan Logistik untuk Korban Gempa NTT

Share

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memberangkatkan tim relawan medis dan bantuan logistik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 20 Agustus 2026, guna menanggulangi dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang menewaskan 71 orang dan memaksa 59.647 warga mengungsi.

Pelepasan lima personel tim relawan tahap pertama ini dipimpin langsung oleh Rektor UMI Prof Hambali Thalib di Menara UMI, Kota Makassar. Misi kemanusiaan tersebut merupakan kolaborasi antara Fakultas Kedokteran UMI dengan Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional.

Langkah pengiriman bantuan ini dirancang untuk merespons kebutuhan mendesak para korban penanganan medis darurat di lapangan secara langsung.

"Baru saja kita saksikan pelepasan tim relawan medis bencana yang ada di NTT, membawa atas nama UMI," ujar Rektor UMI Prof Hambali Thalib.

Misi ini melibatkan dokter spesialis bedah serta personel dari media center universitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Tim ini terdiri dari gabungan, ada dari media (center UMI), relawan medis para dokter dan tim lain yang ada dalam rangka turut berpartisipasi membantu masyarakat sebagai bagian dari pengabdian misi UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah," jelas Hambali Thalib.

Pemberangkatan relawan direncanakan berlangsung secara bertahap, dengan koordinasi lanjutan yang bakal dipimpin oleh jajaran pimpinan universitas.

"Tadi itu tentatif kurang lebih satu minggu, tim ini juga nanti akan dikoordinir langsung oleh pimpinan universitas dalam hal ini Wakil Rektor II Prof Zakir Sabara namun tidak bersamaan karena ada agenda lain. Artinya tim ini langkah awal akan menyusul lagi tim-tim lain," beber Hambali Thalib.

Pengiriman bantuan medis dan dukungan logistik diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak gempa di wilayah Flores dan sekitarnya.

"Harapan kita bahwa tim ini paling tidak mampu berkoordinasi dengan jajaran pimpinan setempat, tim relawan lain dan masyarakat. Sehingga beban masyarakat yang tertimpa paling tidak bisa merasakan kehadiran UMI sebagai bagian pengabdian masyarakat perguruan tinggi," ujar Hambali Thalib.

Dokter spesialis bedah dr Berry Erida Hasbi ditunjuk memimpin tim pertama yang beranggotakan dr Muhammad Irsan Muflih Mundzir, Muhammad Zhafran Tharif Abdurrahman, M Altaf Fayyaz, dan Asrul Idris dari Humas UMI.

"Kami mengirimkan tim medis, termasuk dokter spesialis bedah, dengan dukungan penuh AMDA Internasional," ujar Dekan Fakultas Kedokteran UMI Dr dr H Nasruddin A Mappaware.

Sinergi bersama lembaga internasional ini turut melengkapi penggalangan bantuan pangan dan perlengkapan medis darurat.

"FK UMI bersama AMDA Internasional juga berhasil menggalang bantuan yang akan disalurkan dalam bentuk kebutuhan mendesak, seperti logistik pangan, obat-obatan, serta peralatan medis untuk mendukung pelayanan di lapangan," lanjut Nasruddin A Mappaware.

Jaringan alumni UMI di kawasan bencana juga dimanfaatkan untuk mempermudah pemetaan kebutuhan lokal warga setempat.

"Insyaallah pada hari ini kami tim dari UMI dan AMDA akan berangkat ke bencana Flores. Insyaallah setibanya kami disana akan koordinasi dengan pihak setempat kemudian lakukan cek tempat melakukan cek lokasi," kata Ketua Tim Relawan UMI dr Berry Erida Hasbi.

Dukungan dana serta akomodasi medis dikumpulkan melalui penggalangan donasi internal kampus dan bantuan jejaring kemanusiaan.

"Luar biasa ya support dari UMI Pak Rektor dan ketua Yayasan dan AMDA. Jadi kegiatan ini tidak hanya diinisiasi oleh UMI tapi merupakan kolaborasi internasional dengan AMDA untuk memberikan dampak kepada masyarakat," ucap Relawan Medis UMI dr Muhammad Irsan Muflih Mundzir.

Distribusi bantuan peralatan medis dikirimkan bersamaan dengan jadwal keberangkatan tim relawan ke lokasi terdampak.

"Alhamdulillah kita sudah ada open donasi di fakultas maupun universitas. Saat ini di kami ada bantuan dari fakultas dan relawan dan AMDA kita gunakan untuk akomodasi, obat dan alkes," pungkas Muhammad Irsan Muflih Mundzir.

Dukungan penanganan gempa NTT juga datang dari Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Daerah DIY. Wali Kota Depok Supian Suri dijadwalkan terbang ke Flores membawa bantuan Rp375 juta, sementara Pemda DIY mengirimkan bantuan pangan dan menyurati perguruan tinggi untuk memberikan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal NTT.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author