Jayden Daniels Kirim Surat Somasi Larang LSU Gunakan Hak NIL

Share

Quarterback Washington Commanders Jayden Daniels melayangkan surat somasi kepada almamaternya, Louisiana State University (LSU), pada 5 Agustus 2026 untuk menghentikan komersialisasi nama, gambar, dan citra (NIL) miliknya. Langkah hukum ini dipicu keputusan pelatih LSU Lane Kiffin yang memberikan nomor punggung 5 milik Daniels kepada bek muda DJ Pickett.

Perselisihan berawal ketika jajaran pelatih LSU sebelumnya yang dipimpin Brian Kelly mengumbar janji untuk memberikan nomor 5 kepada Pickett saat proses rekrutmen. Janji tersebut kemudian direalisasikan oleh Kiffin pada awal latihan pramusim, meskipun Daniels meyakini nomor ikoniknya akan dipensiunkan atau tidak dipakai pemain lain demi menghormati pencapaiannya meraih Heisman Trophy pada 2023.

"Keluarga Daniels sangat kecewa dan merasa sangat tidak dihormati oleh keputusan sekolah," kata juru bicara keluarga Daniels seperti dilaporkan ESPN.

Kekecewaan tersebut berlanjut pada aksi penuntutan penghentian hak pemanfaatan NIL yang dinilai tim hukum Daniels telah kedaluwarsa. Pengacara Daniels, Adam B. Kenner, menegaskan lisensi lisensi kontrak LSU untuk mengomersialkan identitas kliennya hanya berlaku hingga 180 hari setelah laga perguruan tinggi terakhirnya.

Pakar hukum olahraga dari Tulane University, Gabe Feldman, memaparkan bahwa secara hukum seorang atlet tidak dapat mengklaim kepemilikan atas nomor punggung jersei. Namun, perlindungan terhadap identitas komersial tetap berada di tangan sang pemain.

"Tanpa adanya perjanjian, tidak ada yang bisa memiliki sebuah nomor," kata Gabe Feldman, Direktur Program Hukum Olahraga Tulane.

Feldman menambahkan bahwa LSU tetap berhak mencatat sejarah dan prestasi Daniels di buku rekor tanpa melanggar hukum. Sebaliknya, upaya menjual barang dagangan baru atau promosi yang mengesankan dukungan langsung Daniels membutuhkan lisensi terpisah.

"Itu bukan cerita nyata," kata Darren Heitner, pengacara asal Florida, saat pertama kali membaca laporan surat somasi tersebut di media sosial.

Heitner dan sejumlah pakar menganggap tuntutan tersebut lebih dipicu oleh reaksi emosional atas pembagian nomor punggung dibanding pelanggaran komersial yang nyata. Pengacara dari firma Weiss Serota Helfman Cole + Bierman, Alan Fertel, juga menilai klaim bahwa nomor 5 telah melekat menjadi merek pribadi Daniels tidak serta-merta memberinya wewenang mengatur nomor pendaftaran skuad LSU.

Meski Daniels sempat mengklarifikasi di media sosial bahwa fokus utamanya adalah pemusatan latihan NFL, kritik tajam tetap mengarah pada jajaran manajemen pribadinya. Ibunya, Regina Jackson, yang bertindak sebagai agen berlisensi NFLPA sekaligus manajer bisnis Daniels, ditengarai sejumlah pengamat media sebagai sosok di balik tindakan hukum agresif tersebut.

"Seseorang di tim Jayden Daniels, ini dugaan saya, memberi tahu dia bahwa, 'Man, kamu harus mengejar LSU. Kamu tidak boleh membiarkan mereka menggunakan citramu atau nomor yang kamu kenakan di LSU,'" kata analis John Middlekauff dalam The Colin Cowherd Podcast.

Middlekauff menekankan bahwa langkah hukum di pertengahan Agustus ini menunjukkan kurangnya kesadaran situasi dari pihak manajemen Daniels.

"Ya, saya pikir itu ibunya. Semua orang berpikir itu ibunya, karena ibunya adalah agennya," kata John Middlekauff menambahkan.

Dampak dari surat somasi ini mulai terlihat pada katalog toko resmi LSUshop.net yang tidak lagi memajang jersei bertuliskan nama Daniels untuk dijual, meski pernak-penik bertanda tangan masih tersedia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author