Gerindra Salurkan Bantuan Gempa NTT dan Usulkan Ambulans Udara

Share

Partai Gerindra menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar dan mendesak pengerahan ambulans udara untuk mempercepat evakuasi medis korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Kamis (20/8/2026).

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT Fernando Jose Osorio Soares meninjau langsung wilayah terdampak dan menyoroti terbatasnya akses layanan kesehatan. Ia mencatat satu puskesmas di lokasi bencana harus melayani 5.774 warga hanya dengan dukungan satu dokter dan 15 perawat.

Kondisi geografis kepulauan dinilai memperlambat proses rujukan dan evakuasi darurat pasien dalam situasi krisis.

"Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan," kata Fernando.

Selain memantau kondisi lapangan, Fernando mendistribusikan pasokan obat-obatan berdasarkan saran dokter spesialis guna melengkapi stok medis di fasilitas kesehatan setempat.

"Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap," ucap Fernando.

Ia menambahkan bahwa kecepatan penanganan merupakan faktor krusial dalam menyelamatkan jiwa warga di daerah terpencil.

"Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?" ungkap Fernando.

Infrastruktur transportasi udara dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses darat menuju rumah sakit rujukan.

"Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan," jelas Fernando.

Gagasan pengadaan moda transportasi darurat tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.

"Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.

Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh," kata Fernando.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono mengonfirmasi penyaluran dana bantuan sebesar Rp1 miliar melalui DPD Partai Gerindra NTT serta pembentukan dapur umum darurat oleh pengurus DPC Kabupaten Ngada di lokasi pengungsian.

"Partai Gerindra tidak larut dalam perayaan HUT RI saja, tetapi bergerak sebagai bentuk solidaritas," kata Sugiono.

Kader di daerah diinstruksikan untuk membagikan makanan bergizi siap saji dengan prioritas penanganan pada kelompok rentan seperti ibu dan anak.

"Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga, seraya terus mendoakan agar saudara-saudara kita di Flores senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kelancaran dalam pemulihan pascabencana," ujar Sugiono.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 9.290 warga masih berada di lokasi pengungsian, dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author