Makna Kata-kata Guru di Rapor Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua

Share

Catatan yang ditulis guru di rapor anak sering menimbulkan kesalahpahaman di antara orang tua. Banyak ungkapan yang terdengar kurang familiar atau memiliki makna tersirat, padahal tidak selalu bermaksud negatif.

Menurut psikolog pendidikan Dr. Adam McCartney yang dikutip dari HaiBunda, guru biasanya berusaha menyampaikan penilaian dengan cara yang halus dan baik.

Beberapa contoh kalimat yang sering disalahartikan orang tua adalah:

1. "Anak jago dan sangat percaya diri bicara dengan bahasa Inggris". Ini sebenarnya cara halus menyatakan anak banyak berbicara di kelas dan mungkin suka mendominasi percakapan dengan teman-teman.

2. "Anak yang ceria di kelas" atau "Anak sangat antusias" menggambarkan siswa yang mudah bergaul dan membuat suasana kelas menjadi menyenangkan. Namun, "sangat antusias" juga bisa berarti anak berusaha terlalu keras untuk menyenangkan orang lain.

3. "Anak mampu melakukan semua tugas" biasanya merupakan pujian berlebihan yang menandakan anak adalah favorit guru di kelas.

4. "Anak memiliki selera humor yang baik" bisa bermakna positif, seperti anak sering melontarkan candaan yang baik, atau negatif, menandakan anak menjadi "badut kelas" yang terkadang mengganggu pembelajaran.

5. "Anak seperti guru yang suka memerintah" atau "Anak bisa menjadi pemimpin" menunjukkan kepribadian anak yang suka memimpin atau mendominasi kelompok, yang bisa dipandang positif atau negatif.

6. "Anak perlu berusaha lebih keras" atau "Anak mulai dewasa" adalah ungkapan untuk menyampaikan bahwa anak pintar tetapi perlu meningkatkan usaha belajar, atau sedang mengejar ketertinggalan dengan teman sekelas.

Ungkapan-ungkapan ini penting dipahami agar orang tua tidak salah menilai atau merasa khawatir berlebihan terhadap catatan rapor anaknya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author