Omoda Jaecoo Tanggapi Insiden Baterai Rusak J5 EV di Semarang

Share

Manajemen Omoda & Jaecoo Indonesia menegaskan bahwa insiden kerusakan baterai kendaraan listrik Jaecoo J5 EV milik konsumen bernama Theodorus Herutomo Theo di Semarang murni disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas biasa pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Permasalahan ini mencuat setelah pemilik mengunggah keluhannya di media sosial terkait kendala laju kendaraan yang terbatas hingga 30 km/jam. Kerusakan tersebut berlanjut pada komponen nepel yang pecah hingga memicu kebocoran cairan pendingin dan estimasi penggantian baterai bernilai hampir Rp200 juta.

Pihak produsen menyatakan bahwa perbaikan unit terdampak telah ditangani langsung oleh tim teknis bengkel resmi. Proses perbaikan komprehensif tersebut sepenuhnya menggunakan skema penjaminan asuransi kendaraan.

"Dalam perjalanan saya ke Semarang, tiba2 ada suara "pletak" dan ngga lama kemudian muncul indikator gambar kura2 berwarna hijau, yg memberikan notif yg mengakibatkan laju kecepatan maks hanya 30 km/jam, dari CS advice kalau mbl matikan mesin 30 menit sd 1 jam, dan setelah 40 menit jalan normal kembali, sehari setelah sampai di Semarang mesin dinyalakan muncul kembali gbr kura2, slnjutnya bawa ke bengkel JAECOO Semarang dan info klo nepelnya pecah, kesimpulannya hrs ganti battray yg hmpr 200 jt," tulis Theo.

Manajemen produsen menilai situasi tersebut telah ditangani sesuai prosedur pelayanan konsumen. Perusahaan juga menyerahkan pembaruan informasi rinci mengenai kronologi kejadian kepada pemilik kendaraan.

"Sebenarnya, kami sudah berbicara dengan konsumen tersebut. Kami juga sudah berbicara dengan konsumen mengenai masalah ini," ujar Jim Ma, Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia.

Pihak manajemen menekankan pentingnya transparansi informasi langsung dari pihak konsumen untuk menghindari spekulasi publik.

"Menurut saya, akan lebih baik jika konsumen tersebut yang memberikan update mengenai kejadian ini. Sehingga, dia bisa memberikan cerita yang lengkap, dibandingkan kami memberikan penjelasan, yang membuatnya malah kami seperti mengarangnya," kata Jim Ma.

Produsen menegaskan posisi merek di pasar otomotif nasional serta komitmen pemenuhan layanan purna jual bagi seluruh pengguna.

"Karena seperti yang sudah saya sebutkan, ini adalah kecelakaan mobil. Sehingga, semua kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan resmi pada 23 Juli 2026, terdeteksi kebocoran coolant baterai. Suku cadang tiba di diler pada 15 Agustus 2026 dan pengerjaan rampung pada 18 Agustus 2026. Seluruh unit J5 EV dibekali battery cover standar pelindung komponen.

Jaecoo J5 EV memiliki dimensi panjang 4.380 mm, ground clearance 200 mm, serta motor listrik 155 kW bersumber dari baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh 461 km. Mobil ini juga ditawarkan dalam skema kredit mulai dari Rp7,17 juta per bulan.

Simulasi Cicilan Jaecoo J5 EV
Tenor Total Pembayaran Pertama Suku Bunga Angsuran per Bulan
12 bulan Rp 66.317.838 8,30% Rp 26.614.000
24 bulan Rp 54.091.171 8,30% Rp 14.377.000
36 bulan Rp 50.091.288 8,58% Rp 10.368.000
48 bulan Rp 48.062.797 8,58% Rp 8.331.000
60 bulan Rp 46.915.699 8,85% Rp 7.176.000

Pasar kendaraan listrik Indonesia di rentang Rp400 jutaan kini makin kompetitif. Selain Jaecoo J5 EV di kelas Rp300 jutaan, konsumen disuguhkan pilihan lain seperti BYD Atto 3, Chery E5, Aion Y Plus, hingga Wuling Eksion EV.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author