Psikologi Ungkap 5 Ciri Kepribadian yang Tahan Menghadapi Stres

Share

Kondisi tubuh yang merasa kewalahan saat menghadapi tantangan sering kali menjadi penanda stres psikologis. Reaksi ini merupakan mekanisme alami manusia ketika berhadapan dengan tekanan lingkungan sekitar. Asosiasi Psikolog Amerika menjelaskan stres sebagai respons emosional yang dipicu oleh faktor eksternal.

Kondisi tersebut dapat berlangsung dalam jangka pendek maupun panjang, seperti dilansir dari HaiBunda.

Secara biologis, tubuh memproduksi hormon nonadrenalin dan kortisol saat mengalami tekanan mental. Peningkatan kedua hormon tersebut memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi kesehatan fisik serta mental.

Setiap individu memiliki tingkat ketahanan berbeda dalam mengendalikan emosi saat situasi sulit melanda. Sebagian orang tetap tenang, sementara yang lain mudah mengalami tekanan hingga memicu stres kronis.

Perbedaan respons ini sangat dipengaruhi oleh tipe karakter dan sifat bawaan yang dimiliki seseorang. Riset karya Jing Luo, Bo Zhang, Mengyang Cao, dan Brent W. Roberts meneliti kaitan kepribadian dengan stres. Kajian yang merangkum ratusan penelitian ini terbit di jurnal Personality and Social Psychology Review pada 2023.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian dalam kelompok Big Five memengaruhi kemampuan mengelola tekanan.

Berikut lima karakter kepribadian yang membuat seseorang lebih tangguh menghadapi situasi sulit. Sifat ekstraversi menjadi salah satu karakter yang membantu mengurangi tingkat tekanan emosional. Pemilik karakter ini memperoleh energi tambahan melalui interaksi sosial dan hubungan dengan orang lain.

Lingkaran pertemanan yang luas memberikan dukungan internal untuk menangkal pemicu beban pikiran.

Selain itu, mereka cenderung memandang sisi positif dalam persoalan rumit sehingga lebih mudah mengendalikan fokus. Karakter berikutnya adalah stabilitas emosi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Individu dengan stabilitas emosional kuat jarang terjebak dalam pusaran emosi negatif saat menghadapi hambatan. Mereka memandang masalah sebagai hal yang tidak terlalu buruk sehingga menghindarkan diri dari rasa tertekan.

Sistem saraf tubuh mereka juga lebih tenang sehingga respons merespons bahaya tidak mudah terpicu. Sifat teliti atau conscientiousness turut memegang peranan penting dalam pencegahan timbulnya beban mental. Orang yang teliti selalu membuat perencanaan terstruktur agar masalah tidak menumpuk di kemudian hari.

Mereka sangat terorganisasi, menjauhi risiko yang tidak perlu, dan menyelesaikan tugas lebih awal.

Kesiapan dalam merancang kehidupan membuat mereka lebih siap menghadapi berbagai ketidakpastian. Sifat terbuka juga memudahkan seseorang beradaptasi dengan kondisi yang asing atau menantang. Karakter ini ditandai dengan rasa ingin tahu tinggi, kreativitas, serta kenyamanan terhadap hal-hal baru.

Keterbukaan membuat mereka menganggap perubahan sebagai sesuatu yang menarik, bukan ancaman.

Hal tersebut secara alami meredakan kecemasan saat berada di lingkungan yang belum dikenal. Terakhir, kepribadian ramah membantu menciptakan suasana interaksi yang harmonis.

Sikap mudah bergaul menekan potensi perselisihan yang sering kali menjadi sumber utama tekanan pikiran. Hubungan sosial yang kuat memastikan tersedianya bantuan dan dukungan emosional saat situasi sulit terjadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author