Gubernur DKI Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Bus Listrik pada 2030
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan jumlah bus listrik di Jakarta mencapai 10 ribu unit pada tahun 2030, naik signifikan dari sekitar 500 bus listrik yang saat ini beroperasi, kata dia saat Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026) dilansir dari Detikcom.
Pramono menyatakan elektrifikasi transportasi publik menjadi langkah utama Jakarta dalam menekan emisi gas rumah kaca, bersama dengan dorongan penggunaan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida.
"Jakarta sendiri saya menargetkan di tahun 2030, yang sekarang ini pada saat saya bicara ini kurang lebih 500 bus elektrik, saya menargetkan di 2030 adalah 10 ribu lebih bus elektrik," ujar Pramono.
Menurut Pramono, sektor transportasi menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta, dengan kontribusi mencapai 52% pada 2024. Transisi ke transportasi rendah karbon menjadi bagian dari target Jakarta mencapai net zero emission pada 2050.
"Ini berarti seluruh armada bus di Jakarta akan terelektrifikasi. Jakarta yang benar-benar berkelanjutan membutuhkan sistem transportasi publik yang andal, luas, dan bersih," kata Pramono.
Selain itu, Pramono memprioritaskan peningkatan penggunaan transportasi publik. Jangkauan layanan transportasi umum kini mencapai 93%, dengan proporsi penggunaan naik dari 23% menjadi lebih dari 31%.
"Konektivitas kita sekarang ini sudah 93%, dan sekarang ini orang yang menggunakan atau transportasi yang digunakan secara terus-menerus itu sudah lebih dari 31%, sebelumnya sekitar 23%. Ada peningkatan hampir 14% sebenarnya," ujar Pramono.
Dia menambahkan, peningkatan ini didorong oleh kebijakan pembebasan tarif untuk 15 kelompok masyarakat serta pengembangan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga.
"Dan ini menunjukkan bahwa keputusan kita untuk membebaskan 15 golongan, kemudian menyambungkan dengan sub-urban area yang kita sebut dengan Transjabodetabek, inilah yang berdampak pada kenaikan yang luar biasa," tutup Pramono.