Militer Israel Buka Penyelidikan Pidana Penembakan Hind Rajab
Militer Israel resmi mengumumkan pembukaan penyelidikan pidana terkait insiden penembakan kendaraan yang menewaskan bocah Palestina berusia 5 tahun, Hind Rajab, serta sejumlah kerabat dan dua petugas medis di Kota Gaza pada 2024, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (20/8/2026). Pengakuan tersebut menandai perubahan posisi Tel Aviv yang sebelumnya membantah keberadaan pasukan militer di sekitar lokasi kejadian saat kendaraan korban berupaya melarikan diri dari gempuran pasukan Israel. Hasil investigasi awal pihak militer menunjukkan bahwa personel di lapangan melepas tembakan ke arah mobil korban karena dinilai melaju tidak sesuai dengan petunjuk navigasi yang sebelumnya diumumkan kepada warga setempat.
Tembakan awal tersebut langsung menewaskan lima penumpang di dalam mobil, sementara Hind Rajab dan sepupunya, Layan Hamada, sempat bertahan hidup di tengah kepungan tembakan.
Guna mengevakuasi korban selamat, pergerakan armada ambulans Bulan Sabit Merah Palestina sebenarnya telah dikoordinasikan secara resmi pada Rabu (19/8). "Namun, menurut dugaan yang muncul, saat ambulans tiba di lokasi kejadian, sebuah peluru ditembakkan ke arah kendaraan tersebut, yang mengakibatkan tewasnya dua paramedis yang berada di dalamnya," kata militer Israel.
Guna mengusut dugaan pelanggaran prosedur dan indikasi kekeliruan koordinasi lapangan, otoritas penegak hukum internal militer mengambil alih penanganan kasus mematikan ini. "Setelah meninjau temuan-temuan yang ada dan mengingat adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, diputuskan untuk memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer," kata militer Israel.
Insiden tragis ini bermula saat mobil keluarga tersebut diberondong tembakan, hingga memicu panggilan darurat penuh keputusasaan dari Hind Rajab yang terperangkap berjam-jam di dalam mobil bersama jenazah keluarganya. Jenazah Hind akhirnya ditemukan 12 hari kemudian bersama enam kerabat dan dua petugas medis. Kementerian Luar Negeri Israel menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan bukti komitmen penegakan hukum di negara tersebut. "Israel menyelidiki secara menyeluruh setiap dugaan pelanggaran, termasuk di tengah perang sengit melawan organisasi jihadis yang berupaya menghancurkannya," klaim Kementerian Luar Negeri Israel.
Namun, pihak Hind Rajab Foundation yang berkantor di Brussels menolak keras proses hukum internal yang dilakukan oleh pihak militer Israel.
"Penyelidikan yang dilaporkan ini, bahkan jika benar-benar dilakukan, tidak boleh dianggap sebagai langkah nyata menuju keadilan," tegas organisasi tersebut.