KRL Tabrak Warga hingga Tewas di Perlintasan Tebet

Share

Insiden maut terjadi di jalur perlintasan antara Stasiun Cawang dan Tebet, Jakarta Selatan, ketika seorang warga berinisial I tewas tertabrak KRL yang sedang melintas pada Kamis (20/8/2026) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan gangguan operasional perjalanan kereta lintas Bogor-Jakarta Kota.

Proses evakuasi jenazah korban selesai dilakukan sekitar pukul 09.15 WIB oleh aparat kepolisian dan petugas PT KAI. Korban yang merupakan warga sekitar sempat duduk di pos perlintasan sebelum kecelakaan terjadi.

Saksi mata di lokasi kejadian, Een, menjelaskan keberadaan korban beberapa saat sebelum tertabrak kereta api melintas di area tersebut.

"Sekitar 06.15 WIB itu kita masih nganter kopi itu ke pos yang jaga. Dia (korban) lagi duduk di situ, memang biasanya nongkrong nggak pagi, nggak sore. Namanya ngadem ya, orang sini banyak juga," ujar Een.

Pemilik warung Tegal di samping perlintasan itu menambahkan bahwa dirinya sempat menawarkan minuman kepada korban sebelum palang ditutup.

"Sempat saya tawarin 'mau kopi nggak?'. Katanya 'nggak usah'," ucapnya.

Penjaga lintasan kemudian menurunkan palang sekitar pukul 06.30 WIB seiring mendekatnya KRL dari arah Cawang menuju Tebet.

"Sekitar 06.30 WIB, yang jaga pada lihatnya ke arah kereta (Cawang), tutup palang tiba-tiba kedengeran suara 'bruk'. Ngiranya apa gitu, batu atau apa," jelasnya.

Suara dentuman keras tersebut mengejutkan orang-orang di sekitar lokasi yang awalnya tidak menyadari keberadaan korban di jalur rel.

"Eh, tiba-tiba yang jaga teriak 'eh Bang Saak (korban) ke mana', nggak ada yang ngeh. Pas kereta berhenti aja baru ketahuan. Ternyata ketabrak," imbuh dia.

Akibat hantaman laju kereta yang kencang, korban terlempar hingga sejauh 10 meter dari titik awal pos perlintasan.

"Mental itu ke sono nomor 9. Itu kereta kencang, kalau badannya utuh, cuma bagian kepalanya ya itu yang hancur," katanya.

Warga berkerumun di sekitar lokasi hingga proses penanganan medis dan kepolisian rampung dilakukan di tempat kejadian perkara.

"Kalau evakuasi kayaknya sampai jam sekitar 08.30-an, nunggu polisi juga kan. Wah ramai aja warga di sini," katanya.

Saksi lainnya, Bang Jek, menyebutkan bahwa fokus perhatian warga dan petugas saat itu tertuju penuh pada kedatangan rangkaian kereta.

"Dia (korban) lagi duduk aja di pos. Ada beberapa orang di sini, cuma posisinya kita lihatnya kan ke arah kereta. Tiba-tiba dia hilang, eh ketabrak ternyata," kata Bang Jek.

Dampak peristiwa ini langsung memicu penumpukan penumpang di sejumlah stasiun akibat penyesuaian operasional KRL Commuter Line.

"Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota sehubungan KA 1183 tertemper orang di antara stasiun Pasar Minggu-Manggarai pada jam 06.35, di Km 12+7 dekat Stasiun Tebet," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author