Kapolda Banten Kumpulkan 22 Kelompok Masyarakat untuk Apel Sabuk Kamtibmas

Share

Kapolda Banten Irjen Hengki mengumpulkan sekitar 22 kelompok masyarakat dalam apel Sabuk Kamtibmas di Mapolda Banten, Kota Serang, untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Apel ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dan Kasrem Maulana Yusuf Kolonel Inf Shofanudin serta diikuti oleh berbagai elemen masyarakat seperti ormas, LSM, Pokdar, Senkom, IPSI, dan ojek online, seperti dilansir dari Detikcom. Menurut Hengki, Banten memiliki karakteristik beragam mulai dari industri, pelabuhan, pesisir hingga pusat perdagangan yang menuntut langkah pencegahan dini untuk menghadapi dinamika kamtibmas.

"Sabuk Kamtibmas ini dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya dari ormas, LSM, Pokdar, Senkom, IPSI, ojek online, tadi ada 22 perwakilan elemen masyarakat," ujar Hengki.

"Keragaman tersebut menghadirkan dinamika kamtibmas yang menuntut kemampuan deteksi dan langkah pencegahan sejak dini," kata Hengki lebih lanjut.

Hengki menegaskan pentingnya peran Sabuk Kamtibmas untuk mendekatkan pelayanan dan mendeteksi potensi gangguan secara dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

"Oleh karena itu, peran Sabuk Kamtibmas harus semakin mendekatkan pelayanan, bukan hanya menyelesaikan masalah yang terjadi, melainkan juga mendeteksi potensi gangguan secara dini dan diselesaikan secara tepat sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar," ujar Hengki.

Dia juga mengimbau masyarakat Banten agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadi penyebar hoaks di tengah derasnya arus informasi.

"Di tengah derasnya arus informasi, saya juga mengimbau agar kita tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Jangan menjadi bagian dari penyebar hoaks atau ujaran kebencian maupun provokasi. Jadilah pihak yang menenangkan keadaan, menjaga persatuan, dan memperkuat kerukunan masyarakat," ujar Hengki.

Selain itu, Hengki meminta anggota Bhabinkamtibmas untuk lebih mengenal wilayah dan hadir sebagai anggota Polri yang mudah ditemui, mau mendengar, serta mampu memberikan solusi.

"Hadirlah sebagai anggota Polri yang mudah ditemui, mau mendengar, dan mampu memberikan solusi. Jangan menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar," pungkas Hengki.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Banten keamanan polisi
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author