MPR Tegaskan Kemerdekaan Harus Hadir Melalui Kesejahteraan Rakyat

Share

Makna kemerdekaan Indonesia ditegaskan harus diwujudkan melalui keadilan sosial dan kehadiran negara secara nyata bagi masyarakat miskin. Penegasan ini disampaikan dalam Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI bersama PA GMNI di Tangerang, Rabu (19/8/2026), dilansir dari Detikcom.

"Kemerdekaan tidak cukup hanya kita rayakan. Kemerdekaan harus kita ukur dari sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan dan keberpihakan," ujar Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri, Kamis (20/8/2026).

Acara bertema pemikiran Bung Karno tersebut dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., serta menghadirkan Anggota MPR RI Dr. Andreas Hugo Pareira dan I.G.N.

Kesuma Kelakan, S.T., M.Si. Sejumlah narasumber pakar juga hadir, seperti Dr. (H.C.) Ir. Siswono Yudohusodo, Prof.

Dr. Arief Hidayat, S.H., M.Si., dan Dr. Dharmansjah Djumala.

Dalam kesempatan itu, Abidin mengingatkan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang mewajibkan negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar sebagai kewajiban moral konstitusi.

"Indonesia yang merdeka dan berdaulat tidak boleh membiarkan rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran. Negara harus hadir melalui kebijakan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan," tegas Abidin Fikri.

Ia menambahkan bahwa penanganan kemiskinan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus fokus pada peningkatkan kemandirian masyarakat secara jangka panjang.

"Yang kita perlukan adalah solusi yang benar-benar terasa. Kehadiran negara harus bisa dilihat dan dirasakan oleh rakyat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok yang terlantar," kata Abidin Fikri.

Gagasan Bung Karno mengenai berdikari dan keadilan sosial dinilai masih sangat relevan untuk mengatasi persoalan bangsa saat ini.

"Menimba api pemikiran Bung Karno bukan berarti kembali ke masa lalu. Kita mengambil semangat dan gagasannya untuk menjawab persoalan masa kini dan masa depan," ujar Abidin Fikri.

Ia menekankan bahwa kedaulatan negara berkaitan erat dengan kemampuan memastikan kehidupan yang layak bagi seluruh warga negara.

"Api pemikiran Bung Karno harus terus kita jaga sebagai energi untuk membangun Indonesia yang semakin berdaulat, mandiri, adil, dan sejahtera. Kemerdekaan harus benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat," pungkas Abidin Fikri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author