Ahli Gizi Tetapkan Batas Waktu Sarapan Diet Sebelum Jam 9 Pagi

Share

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menetapkan batas waktu sarapan ideal bagi pelaku diet dilakukan sebelum pukul 09.00 pagi untuk membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Informasi tersebut disampaikan dalam sesi siaran langsung TikTok detikHealth pada Kamis (13/8/2026).

Pengaturan waktu makan pagi menjadi krusial dalam program penurunan berat badan guna menahan rasa lapar tanpa melebihi kuota kalori harian. Selain ketepatan waktu, komposisi nutrisi berupa kombinasi tinggi protein dan serat sangat direkomendasikan untuk mencegah keinginan makan berlebih saat siang hari, dilansir dari Detik Health.

Aturan mengenai batas waktu konsumsi hidangan pagi tersebut disampaikan langsung oleh pakar nutrisi medis.

"Yang namanya sarapan berarti pagi ya. Jadi jam 9 itu sudah terakhir banget yang namanya sarapan," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

Porsi makanan pada pagi hari tidak diwajibkan dalam jumlah yang banyak, melainkan mengutamakan kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

"Porsinya untuk pagi itu enggak harus terlalu banyak," tambahnya.

Untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, beberapa opsi racikan praktis ditawarkan, seperti sandwich roti gandum isi selada dan telur rebus, ataupun paduan telur rebus dengan alpukat tanpa karbohidrat tambahan. Alternatif cepat lainnya dapat memanfaatkan porsi susu, yogurt, serta buah segar.

Bagi individu yang memiliki waktu luang lebih banyak di pagi hari, pilihan olahan protein dapat diperluas menggunakan bahan makanan lain.

"Protein bisa dari telur atau tahu tempe, itu masih oke. Kalau misalnya ada waktu untuk masak ikan atau ayam, itu oke juga, enggak ada masalah," terang dr Yaze.

Apabila keterbatasan waktu menjadi kendala utama, kuncinya terletak pada pengolahan serat dan protein yang efisien.

"Kalau misalnya enggak ada waktu, mungkin lebih cepat memang serat sama protein," sambung dia.

Penyiapan menu diet yang sukses berfokus pada kemudahan proses pembuatan serta ketepatan kombinasi gizi harian.

"Jadi biasanya makan makanan yang tinggi protein, yang tinggi serat, yang gampang untuk dimasak atau gampang untuk dikonsumsi," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author