Arturo Bejar Kritik Kebijakan Keselamatan Anak Meta di Pengadilan
Mantan Director of Engineering Facebook Arturo Bejar melontarkan kritik keras terhadap CEO Meta Mark Zuckerberg dalam persidangan gugatan 29 negara bagian Amerika Serikat, dilansir dari Detik iNET. Bejar menuding Zuckerberg sengaja membangun budaya perusahaan yang lebih memprioritaskan pertumbuhan pengguna dan tingkat engagement ketimbang keselamatan anak-anak di Facebook maupun Instagram.
Dalam kesaksiannya, Bejar menggambarkan Zuckerberg sebagai sosok pemegang kendali penuh atas keputusan produk dan desain perusahaan. Ia menegaskan bahwa kendala keselamatan pengguna muda di platform tersebut dapat diatasi dengan cepat jika sang CEO menjadikannya sebagai fokus utama.
"Jika Mark memutuskan sesuatu adalah prioritas, itu akan selesai dengan sangat cepat," kata Bejar dalam kesaksiannya, seperti dilaporkan Reuters.
Bejar mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyampaikan kekhawatiran terkait pengalaman buruk serta masalah keselamatan pengguna muda langsung kepada Zuckerberg dan para eksekutif Meta. Namun, budaya internal perusahaan dinilai tetap berfokus pada ekspansi pertumbuhan.
Selain itu, Bejar membeberkan bahwa Meta memiliki kemampuan teknologi untuk mengidentifikasi jutaan akun yang disinyalir milik anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Kendati demikian, perusahaan dianggap tidak mengambil tindakan tegas untuk membersihkan akun pengguna di bawah umur tersebut.
Langkah hukum dari 29 negara bagian AS ini menuduh Meta memanfaatkan fitur-fitur yang dirancang memicu kecanduan pada pengguna muda. Di sisi lain, Meta membantah seluruh tuduhan dan mengklaim telah meluncurkan berbagai fitur perlindungan remaja selama bertahun-tahun.
Persidangan ini diperkirakan berjalan selama enam minggu dan berpotensi menghadirkan Mark Zuckerberg serta bos Instagram Adam Mosseri sebagai saksi.