Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Jabatan Direktur Utama HUMI

Share

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) secara resmi menerima pengunduran diri I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatannya sebagai Direktur Utama perseroan pada 14 Agustus 2026. Informasi keputusan pengunduran diri tersebut disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Rabu (19/8/2026).

Surat pengunduran diri eks Bos Garuda Indonesia yang akrab disapa Ari Askhara tersebut diterima manajemen per tanggal 14 Agustus 2026. Meski demikian, kepastian pelepasan posisi tersebut masih harus menunggu persetujuan resmi pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dijadwalkan mendatang.

"Pada tanggal 14 Agustus 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan," dikutip dari keterbukaan informasi HUMI, Rabu (19/8/2026).

Jadwal pasti pelaksanaan RUPSLB guna memutuskan perubahan struktur kepengurusan akan diumumkan perseroan dalam waktu dekat. Selama masa transisi menuju RUPSLB, jajaran direksi yang ada tetap memegang kendali atas operational dan pengurusan perseroan sesuai anggaran dasar serta regulasi yang berlaku.

"Pada tanggal 14 Agustus 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan. Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sampai disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan dengan agenda Perubahan Susunan Pengurus Perseroan yang waktunya akan kami sampaikan lebih lanjut," tulis Arya M. Pradana selaku Corporate Secretary PT Humpuss Maritim Internasional Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (19/8).

Pihak manajemen memastikan proses pengunduran diri kepemimpinan tertinggi ini tidak akan mengganggu kelangsungan bisnis utama perusahaan maritim tersebut. Seluruh aktivitas operational maupun kondisi finansial dipastikan berjalan normal tanpa perubahan signifikan.

"Tidak ada dampak kejadian dari fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," tandas Arya M. Pradana.

Langkah pengunduran diri Ari Askhara ini terjadi sekitar tujuh bulan setelah penunjukannya pada RUPSLB tanggal 14 Januari 2026. Kala itu, dirinya diangkat mengisi posisi Direktur Utama menggantikan Tirta Hidayat sebagai bagian dari rotasi dan penyegaran tata kelola perusahaan.

Saat awal penunjukannya di awal tahun, Ari sempat mencanangkan fokus strategi pertumbuhan pendapatan dan penguatan fondasi usaha terintegrasi bagi perseroan.

"Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan, berbasis pada integrated maritime & energy logistics nasional, bukan hanya sekadar ship owner," kata Ari dalam pernyataan resminya pada 14 Januari 2026.

Masa kepemimpinan Ari Askhara tergolong singkat sebelum akhirnya mengajukan pengunduran diri. Keputusan akhir mengenai persetujuan mundurnya Ari beserta susunan direksi baru HUMI kini berada di tangan para pemegang saham dalam RUPSLB mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author