Glodok Jadi Pusat Sejarah dan Wisata Pecinan di Jakarta Barat
Glodok dikenal sebagai salah satu kawasan pecinan tertua dan terbesar di Indonesia yang memiliki nilai sejarah penting bagi Jakarta. Kawasan ini terbentuk setelah peristiwa Geger Pecinan pada 1740, ketika terjadi pembantaian terhadap etnis Tionghoa oleh Belanda. Kebijakan pengisolasian diberlakukan, memaksa warga Tionghoa tinggal di luar tembok Batavia, yang kemudian dikenal sebagai Glodok.
Seiring berjalannya waktu, Glodok berkembang menjadi pusat perdagangan dan ekonomi yang vital di Jakarta. Kini, Glodok juga menjadi destinasi wisata yang menawarkan pesona budaya, sejarah, dan kuliner khas Tionghoa.
Secara administratif, Glodok termasuk dalam Kelurahan Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Akses menuju Glodok cukup mudah melalui transportasi umum seperti Transjakarta dan KRL. Pengunjung dapat turun di Halte Glodok dengan Transjakarta koridor 1 atau 1A, atau turun di Stasiun Jakarta Kota dengan KRL, kemudian berjalan kaki sekitar 4 hingga 12 menit.
Beberapa lokasi menarik di Glodok yang sering dikunjungi antara lain:
Kedai Teh Pantjoran Tea House yang berada di Jalan Pancoran No. 4-6. Bangunan ini dulunya adalah apotik pada masa kolonial, lalu diubah menjadi restoran pada 2015 dengan nuansa sejarah Jakarta tempo dulu yang terpajang di dinding kaca.
Toko Obat Tradisional Tay Seng Ho menjadi salah satu toko obat China tradisional yang masih mempertahankan cara penghitungan dan penimbangan kuno, seperti penggunaan sempoa dan alat timbang tradisional.
Toko-Toko Snack dan Permen di Jalan Pancoran menawarkan jajanan lokal serta permen dan snack jadul yang sudah jarang ditemukan, memberikan pengalaman nostalgia bagi pengunjung.
Vihara Dharma Bakti merupakan klenteng tertua yang berlokasi di Jalan Kemenangan III No.19, dengan dekorasi lilin besar dan lampion merah yang menggantung di langit-langit.
Vihara Dharma Jaya Toasebio di Jalan Kemenangan III No. 48 G adalah salah satu tempat ibadah Budha dan Tao tertua dengan ukiran naga dan burung phoenix di atapnya.
Gereja Katolik Santa Maria de Fatima yang terletak di Jalan Kemenangan III No. 47 memiliki arsitektur unik dengan atap berbentuk pagoda dan kaca patri khas Eropa di bagian dalamnya.
Selain itu, Glodok juga terkenal dengan ragam kuliner yang berasal dari berbagai daerah dan etnis. Wisata kuliner bisa dinikmati di Gang Gloria dan Gang Kalimati yang menyajikan makanan di gang-gang kecil, serta di Petak Enam Gedung Chandra di Jalan Pancoran No. 3 yang memiliki suasana food court dengan dekorasi lampion khas China.
Kawasan Glodok mencerminkan perpaduan antara sejarah, budaya, dan keanekaragaman kuliner yang membuatnya menjadi salah satu destinasi favorit di Jakarta Barat, seperti dikutip dari Detik Travel.