Turis Amerika Serikat Tewas Disambar Petir di Gunung Etna
Seorang pendaki laki-laki berusia 29 tahun asal Kansas, Amerika Serikat, tewas akibat sambaran petir di kawasan puncak Gunung Etna, Italia, pada Minggu (16/8/2026) malam, seperti dilansir dari Detik Travel.
Insiden tersebut terjadi ketika badai petir ekstrem mendadak melanda area terbuka yang gersang di Rocca Capra, dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas batas vegetasi tanpa tempat perlindungan.
Tim evakuasi yang tiba menggunakan helikopter pada pukul 20.00 waktu setempat langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Cannizzaro di Catania, namun nyawanya tidak tertolong tak lama setelah sampai.
Pemerintah setempat sebelumnya telah memberlakukan penutupan di sebagian lereng gunung bagi para pendaki menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik yang terus berlanjut.
Aktivitas erupsi gunung berapi aktif tersebut bahkan sempat berdampak pada penghentian operasional bandara di kota Catania akibat sebaran abu vulkanik yang mengganggu jarak pandang penerbangan.
Hingga kini, pihak berwenang belum bisa memastikan apakah korban mendaki di dalam batas zona terlarang yang ditutup tersebut atau berada di luar area aman.
Selain faktor cuaca ekstrim yang kerap berubah cepat, letusan vulkanik Gunung Etna juga berpotensi memicu fenomena petir akibat gesekan intensif antarpartikel abu dan batuan panas yang menghasilkan penumpukan listrik statis.
Pejabat setempat mencatat bahwa dalam beberapa dekade terakhir, angka kematian pendaki akibat sambaran petir di Gunung Etna justru lebih tinggi dibandingkan akibat dampak letusan langsung, yang mana kasus kematian terakhir akibat erupsinya tercatat pada 1987.