KKB Sandera 9 Warga dan Tembak Ibu Rumah Tangga di Mimika

Share

Aksi kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata menewaskan seorang ibu dan melukai anak kandungnya di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026). Kelompok tersebut juga menyandera sembilan warga sipil di wilayah setempat.

Aksi teror ini bermula ketika kelompok bersenjata menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Distrik Jila pada Senin (17/8/2026). Kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Mengenai kontak tembak awal di Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS, pihak TNI memberikan konfirmasi terkait keterlibatan anggota kelompok bersenjata dalam penyerangan tersebut.

"Kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Senin (17/8).

Penyerangan itu mendapat balasan dari personel keamanan di lokasi, sebelum akhirnya para pelaku melarikan diri dan mengincar warga sipil di sekitar pemukiman.

"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan," ungkap Tri.

Aparat gabungan langsung melakukan langkah pengamanan lanjutan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi serangan susulan dari kelompok tersebut.

"TNI bersama Polri juga terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila," imbuh Tri.

Sehari setelah menyerang pos keamanan, sebanyak 15 anggota KKB mendatangi warga dan berusaha menawan 11 orang. Dua warga menolak ikut hingga menjadi korban penganiayaan, sementara sembilan perempuan lainnya dibawa paksa ke dalam hutan.

Kepolisian Daerah Papua Tengah melalui Polres Mimika mengonfirmasi identitas para korban penganiayaan yang menolak untuk dibawa paksa oleh para pelaku.

"Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang, Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki," kata Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dilansir detikSulsel, Rabu (19/8/2026).

Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa para pelaku penembakan dan penyanderaan merupakan kelompok yang sama dengan penyerang pos TNI.

"Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan," tegasnya.

Penolakan dua korban untuk ditawan memicu tindakan kekerasan langsung dari para anggota KKB di tempat kejadian.

"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," tuturnya.

Daftar sembilan warga yang disandera meliputi Nemerina Wamang (17) yang sedang hamil muda, Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Mesawaro (kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

Polres Mimika telah berkoordinasi untuk menambah kekuatan pasukan guna membebaskan para sandera dan mengamankan Distrik Jila.

"Kami telah meminta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mem-backup jajaran Polsek di sana," beber Alredo.

Proses pergerakan pasukan menuju lokasi menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis yang terisolasi dan bergantung pada moda transportasi udara.

"Pergeseran personel ke sana berkaitan dengan penerbangan. Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, satu regu dari Batalyon B Brimob Mimika," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author