Pemprov DKI dan Pemkot Jaktim Penata Pedagang Pasar Kramat Jati

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana menata pedagang di Jalan Raya Bogor area Kramat Jati setelah permukaan jalan yang licin memicu kecelakaan maut berulang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kecelakaan terbaru terjadi pada Senin (17/8/2026) pukul 06.00 WIB ketika seorang pelajar MAN 6 Jakarta Timur berinisial HH jatuh dari sepeda motor akibat jalan licin saat hendak menghadiri upacara kemerdekaan ke-81 RI.

Insiden maut sebelumnya juga menewaskan seorang pria berinisial SM (52) dan melukai SYD (43) usai terlibat kecelakaan dengan truk di depan pintu masuk Pasar Kramat Jati pada Kamis (30/7/2026) pukul 13.30 WIB.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memberikan penjelasan mengenai penanganan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas pemerintah tersebut.

"Di waktu yang bersamaan melintas kendaraan dump truck Dinas Kebersihan nopol B-9728-TOQ yang dikendarai AS, dan (korban) tergilas hingga meninggal dunia di TKP," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk segera membenahi permukaan Jalan Raya Bogor di kawasan Kramat Jati yang dinilai membahayakan para pengguna jalan.

"Yang di Pasar Kramat Jati, kebetulan saya mengikuti, karena memang kondisinya adalah karena jalan yang licin, terpeleset, dan kemudian tertabrak oleh mobil Dinas Lingkungan Hidup," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Pramono menegaskan bahwa jajaran Satpol PP dan Wali Kota Jakarta Timur harus memastikan kondisi jalan basah tidak kembali memicu kecelakaan fatal di wilayah tersebut.

"Dan saya sudah meminta kepada jajaran terkait, terutama kepada Walikota dan juga kepada Satpol PP, yang begini enggak boleh terulang. Karena membiarkan tempat yang basah sehingga ada yang terpeleset dan apa tertabrak mobil. Mudah-mudahan itu tidak terulang kembali," jelas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyiapkan skema penanganan darurat dengan melarang pedagang berjualan menggunakan badan jalan serta mewajibkan pedagang ikan menampung air siraman.

"Untuk penanganan darurat mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU dan aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.

Pemkot Jakarta Timur juga memperketat aturan operasional bagi pedagang basah di area tepi jalan guna menjaga kebersihan dan keselamatan pengguna jalan.

"Dan khusus untuk pedagang ikan untuk jangan menyiram ikan dengan air yang dibiarkan mengalir ke jalanan, tetapi air siraman wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," ujar Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.

Untuk langkah jangka panjang, Pemkot Jakarta Timur menjadwalkan rapat bersama PD Pasar Jaya pada Jumat (21/8/2026) guna memindahkan pedagang kaki lima ke dalam area pasar.

"Jangka panjangnya, hari Jumat akan ada rapat di wali kota dengan pihak PD Pasar Jaya, untuk diusahakan para pedagang yang jualannya di pinggir jalan untuk bisa masuk ke dalam area pasar dengan menata kembali pedagang existing agar bisa muat menampung pedagang yang dari pinggir jalan tersebut," jelas Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author