Gempa M5,1 Terjang Flores NTT dan Ribuan Gempa Susulan Terjadi

Share

Aktivitas kegempaan guncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 10.13 WIB setelah gempa magnitudo 5,1 terjadi di laut pada jarak 50 kilometer timur laut Nagekeo. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bencana tektonik berkedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Hasil pemetaan teknis BMKG menunjukkan episenter gempa susulan tersebut terletak pada koordinat 8,30 LS dan 121,56 BT. Peristiwa ini dipicu oleh aktivitas pergerakan naik pada sesar Flores Back-Arc Thrust. Guncangan akibat gempa bumi felt skala IV MMI terdeteksi sampai wilayah Palue di Sikka serta Wewaria di Ende.

Rangkaian gempa dangkal di Flores terjadi pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan laut lepas pantai Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Data BMKG mencatat sebanyak 2.928 kali gempa susulan hingga 19 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, peristiwa gempa M6,1 terpisah juga melanda Nias Selatan pada 18 Agustus 2026 akibat subduksi lempeng.

Perkembangan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur menunjukkan dampak kerusakan serius pada pemukiman warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan total korban jiwa akibat rangkaian gempa mencapai 47 orang. Sebanyak 24 korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, 3 orang di Sikka, serta masing-masing 1 korban di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

Pihak BMKG memperkirakan frekuensi gempa susulan di wilayah utara Pulau Flores masih memerlukan waktu beberapa pekan sebelum meluruh. Masyarakat di imbau untuk tetap tenang serta menghindari rumor tidak resmi yang beredar pascabencana.

"Umumnya peluruhan akan terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," kata Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG.

Proses evakuasi dan perawatan medis terhadap puluhan korban luka-luka di kawasan terdampak Flores masih terus berjalan.

"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," kata Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author