Rusia Ancam Inggris atas Serangan Drone Ukraina

Share

Pasukan pertahanan udara Rusia menghancurkan lebih dari 180 drone dari total 620 pesawat nirawak yang diluncurkan Ukraina menuju wilayah Moskow sepanjang Senin malam, menurut laporan pejabat setempat. Eskalasi konflik meningkat setelah laporan media mengungkap bahwa Ukraina menggunakan drone produksi produsen asal Inggris untuk menyerang infrastruktur penting seperti kilang minyak di Volgograd. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa keterlibatan langsung rudal Inggris dalam serangan terhadap wilayah Rusia merupakan bentuk keikutsertaan dalam perang.

"Jika ada pihak yang melanggar kepentingan atau aset kami, kami berhak sepenuhnya untuk menganggap keterlibatan langsung pasukan rudal Inggris, yang telah mereka umumkan dengan bangga, dalam serangan terhadap Federasi Rusia sebagai bentuk keterlibatan dalam perang, beserta segala konsekuensi yang menyertai," ujar Lavrov, dikutip dari Anadolu Agency.

Kedutaan Besar Rusia di London pada Senin menuduh Inggris bertindak sebagai kaki tangan dalam serangan tersebut dan memperingatkan adanya konsekuensi besar atas dukungan kepada Kyiv. "London sengaja memilih eskalasi krisis Ukraina, sambil secara munafik menyatakan keinginan untuk perdamaian," tulis pernyataan kedutaan.

"Dalam melakukan itu, Inggris bertindak sebagai kaki tangan dan pelaku bersama kejahatan berdarah dan serangan teroris yang dilakukan oleh neo-Nazi Ukraina, berusaha menahan Rusia dan menimbulkan kerusakan maksimum padanya melalui proksi," lanjut pernyataan tersebut. "Tindakan London pasti akan membawa konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkannya," tambah pihak kedutaan.

"Semakin dalam keterlibatannya dalam konflik dan semakin besar dukungannya untuk mesin teroris Kiev, semakin tinggi harga yang harus dibayarnya," pungkas pihak kedutaan. Menanggapi tuduhan tersebut, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan bahwa negaranya akan terus mendukung Ukraina seratus persen guna membantu mereka mempertahankan diri. Sementara itu, serangan roket terpisah dari Rusia yang menargetkan desa Pechenigy di wilayah Kharkiv menewaskan 10 orang dan melukai 17 lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: konflik Rusia Ukraina
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author