IAEA Temukan Tonan Material Nuklir di Suriah

Share

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan penemuan beberapa ton material nuklir di sejumlah lokasi di Suriah, sebagaimana dilaporkan oleh pemerintah baru negara tersebut kepada pihak pengawas PBB bulan lalu, dilansir dari Detikcom, Rabu (19/8/2026).

Langkah ini menyusul komitmen penuh dari pemerintah baru Suriah untuk membuka akses dan bekerja sama dengan lembaga PBB. Diplomasi senior Suriah menyampaikan bahwa Damaskus tetap ingin mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai di bawah pengamanan internasional.

Selama era rezim Bashar al-Assad, Suriah diduga kuat menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak terdeklarasi, termasuk reaktor buatan Korea Utara di Deir al-Zor yang dihancurkan serangan udara Israel pada 2007. Setelah kehancuran itu, lokasi diratakan dan IAEA tidak diberi penjelasan menyeluruh.

"Saya dan tim saya telah berada di lokasi Deir al-Zor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksplorasi yang sangat menyeluruh saat ini," ujar Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, dalam konferensi pers di Damaskus.

Pemeriksaan terus berlanjut ke area lain yang terindikasi menyimpan sisa-sisa material berharga tersebut.

"Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan, dan Suriah telah memutuskan untuk membuka lokasi ini bagi para pemeriksa IAEA. Keberadaan material ini akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional," ucap Rafael Mariano Grossi.

Temuan ini terjadi di tengah dinamika politik baru setelah pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman mati secara in absentia kepada Bashar al-Assad atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Assad diketahui melarikan diri ke Moskow, Rusia, pada Desember 2024.

Selain Assad, saudaranya Maher al-Assad serta mantan kepala keamanan politik Daraa Atif Najib juga dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan atas dakwaan pembunuhan berencana dan penyiksaan. Otoritas baru Suriah berjanji akan terus mengejar para mantan pejabat tersebut secara internasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: IAEA nuklir Suriah
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author