Pemerintah Salurkan 207 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores

Share

Pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah dan 6.000 liter minyak goreng untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Penyaluran logistik ini telah mencakup delapan kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat.

Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan logistik pangan di posko penanganan bencana berada dalam kondisi yang aman bagi seluruh masyarakat terdampak.

"Berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita memastikan masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bantuan pangan yang dibutuhkan. Pemerintah bersama BULOG akan terus bergerak dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat," ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas.

Amran menegaskan bahwa pasokan cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan penanganan bencana dan kebutuhan umum masyarakat saat ini berada dalam posisi sangat aman.

"Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat yang terdampak bencana," tegas Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas.

Usai memantau posko pengungsian di Reok, rombongan peninjau bergeser ke gudang logistik BPBD dan BNPB untuk memastikan kesiapan distribusi pangan ke wilayah Manggarai Timur hingga Labuan Bajo.

"BULOG siap bergerak cepat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum BULOG.

Pihak BULOG mencatat stok beras terpasang di NTT saat ini mencapai 35 ribu ton, dan siap menambah pasokan secara bertahap dalam masa tanggap darurat.

"Bantuan yang sudah disalurkan merupakan bagian dari dukungan BULOG dalam masa tanggap darurat. Kami akan terus memastikan ketersediaan bantuan dan memperkuat koordinasi agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pangan yang diperlukan," kata Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum BULOG.

Guna memperkuat ketahanan pangan selama masa pemulihan pascabencana, BULOG memobilisasi tambahan pasokan beras sebanyak 40.000 ton yang didatangkan langsung dari wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author