Meta Hadapi Sidang Gugatan Hak Anak di Pengadilan AS
Raksasa teknologi Meta mulai menghadapi persidangan gugatan dari puluhan negara bagian Amerika Serikat di Pengadilan Federal California pada Selasa (18/8/2026). Meta dituduh gagal melindungi pengguna remaja hingga terancam denda hingga triliunan dolar, dilansir dari Detik iNET.
Pengacara untuk negara bagian California, Megan O'Neill, mengklaim bahwa Meta telah menemukan jutaan akun milik anak berusia 11-12 tahun di platform Instagram. Perusahaan tersebut dinilai tetap menargetkan anak muda meski menyadari potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan mental remaja.
O'Neill menambahkan bahwa Meta berupaya keras meyakinkan publik bahwa platform milik mereka aman untuk anak-anak, meski fitur produknya dirancang untuk memicu kecanduan pengguna.
"Jebak pengguna; pertahankan mereka selama mungkin; kumpulkan data mereka; sembunyikan faktanya dari publik saat membuat pernyataan," kata Megan O'Neill, Pengacara Negara Bagian California.
Mantan Direktur Engineering Facebook periode 2009-2015, Arturo Béjar, dihadirkan sebagai saksi pertama dalam sidang ini. Ia mengungkapkan Meta pernah meneliti masalah keselamatan pengguna, namun hasilnya tidak diterapkan untuk perbaikan produk, seperti usulan pencegahan konten gangguan makan bagi remaja yang akhirnya diperkecil.
"Namun setelah ditinjau, fitur itu diperkecil menjadi hal kecil yang tidak berpengaruh," kata Arturo Béjar, Mantan Direktur Engineering Facebook.
Sementara itu, pihak Meta yang diwakili pengacara Paul Schmidt membantah tuduhan tersebut. Schmidt berargumen bahwa gangguan kecanduan media sosial tidak ada dan gugatan ini mengabaikan dampak positif yang dirasakan oleh pengguna remaja lainnya.
Schmidt mengakui adanya sejumlah kendala seperti pengguna yang memalsukan usia serta menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial. Meski demikian, pihaknya akan berfokus membuktikan upaya Meta dalam meningkatkan keamanan platform.
Gugatan ini melibatkan koalisi pengacara dari 29 negara bagian AS yang diajukan sejak 2023. Sidang yang diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 7 pekan ini berpotensi memanggil CEO Meta Mark Zuckerberg sebagai saksi. Meta menyebut terancam ganti rugi USD 1,4 triliun, walau para ahli hukum menilai nilai akhir denda tidak akan mencapai angka tersebut.