Polri dan Kementan Perkuat Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pertanian meluncurkan gerakan penanaman bawang putih serentak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (19/8/2026) untuk menekan ketergantungan impor nasional.
Langkah penanaman serentak di atas lahan seluas 279,53 hektare yang melibatkan 110 kelompok tani ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan produksi hingga 2.795 ton bawang putih.
Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor dari China saat ini masih tergolong tinggi. Produksi dalam negeri baru mencapai 39 ribu hingga 40 ribu ton per tahun, sementara total kebutuhan nasional menembus 600 ribu ton per tahun.
Guna mengatasi ketimpangan tersebut, Kementerian Pertanian menggelontorkan anggaran senilai Rp55,65 miliar. Dana sebesar Rp52,64 miliar dialokasikan khusus bagi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare di Lombok Timur, ditambah bantuan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air.
Dalam kesempatan tersebut, Polri juga melakukan panen raya di lahan seluas 105 hektare dengan potensi hasil 1.050 ton, serta meresmikan peletakan batu pertama Gudang Ketahanan Pangan Polri seluas 1.013 meter persegi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pencatatan rekor MURI ini diarahkan untuk mendorong pemenuhan kebutuhan domestik.
"Kurang lebih 90 sampai 95 persen. Produksi kita 39-40 ribu ton, sementara kebutuhan kita 600 ribu ton per tahun. Ini adalah tantangan bagi kita semua," ujar Sigit.
Sigit menambahkan bahwa pembenahan komoditas bawang putih menjadi tugas besar bersama dalam merealisasikan target swasembada yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada," ujar Sigit.
Capaian sektor pangan lainnya dinilai memberikan optimisme, meski komoditas bawang putih masih membutuhkan kerja keras ekstra.
"Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut," katanya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kepolisian dan menyiapkan opsi pengadaan benih demi kelancaran produksi.
"Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor," kata Amran.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) memberikan apresiasi atas sinergi antarlembaga dan mengingatkan rekam jejak historis pemenuhan pangan Indonesia.
"Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya," ujar Titiek.
Titiek menekankan pentingnya evaluasi atas penurunan kapasitas produksi nasional yang pernah dicapai pada masa lalu.
"Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?" tutur dia.
Secara keseluruhan, Polri telah menyiapkan potensi lahan ketahanan pangan seluas 2.593,1 hektare di 17 polda, dengan 927,6 hektare di antaranya telah ditanami oleh 2.257 petani yang terbagi dalam 117 kelompok tani.