BAIC Indonesia Jelaskan Penamaan Mobil Listrik T1 Sama Dengan Jetour

Share

BAIC Indonesia memberikan penjelasan terkait penggunaan nama T1 pada mobil listrik terbarunya yang memiliki kesamaan dengan produk milik Jetour di pasar otomotif Indonesia. Kendaraan crossover listrik tersebut resmi meluncur di Tanah Air sejak Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Penggunaan nama T1 oleh kedua pabrikan China tersebut tidak memicu permasalahan hak cipta karena regulasi pendaftaran merek mengacu pada nama brand utama, bukan nomenklatur model angka. Jetour T1 sendiri telah hadir lebih awal di Indonesia pada Oktober 2024, sementara BAIC T1 sebelumnya menggunakan nama Arcfox T1 di pasar China.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhany Yahya menegaskan bahwa penggunaan kombinasi huruf dan angka merupakan hal umum dalam industri otomotif.

"Nggak ada (masalah). Jadi mungkin ini juga kemarin saya sampaikan. Ini semacam bukan edukasi ya, tapi kita lihat sebagai common sense, koreksi kalau saya salah," ujar Dhany Yahya, Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia.

Langkah penamaan tersebut dipastikan tidak melanggar aturan paten karena penamaan tipe menggunakan alfabet dan angka tidak dapat diklaim secara eksklusif oleh satu produsen.

"Jadi kita lihat bahwa yang diberikan right itu brand-nya, tapi kalau model sebutannya kan nomenklatur, mobil menggunakan angka. Kalau itu dipatenkan, nggak akan bisa," kata Dhany Yahya, Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia.

Beberapa pabrikan otomotif global lain seperti BMW dan Audi juga menerapkan pola kombinasi alfabet dan angka yang serupa untuk lini kendaraan mereka.

"Jadi semua alfabet yang digabung angka itu pasti nggak bakal bisa. Itu common sense saya aja," kata Dhany Yahya, Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia.

BAIC T1 sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik dalam ajang GIIAS 2026 dan dipasarkan dengan harga Rp 370 jutaan status on the road Jakarta. Crossover ini dibekali motor listrik bertenaga 70 kW atau 93,8 HP serta torsi puncak 176 Nm.

Sektor daya disokong baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 42,38 kWh yang sanggup menempuh jarak hingga 425 km CLTC. Pengisian daya didukung fasilitas DC Fast Charging dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 30 menit.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BAIC Mobil Listrik Otomotif
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author