Bayan Resources Buka Suara Soal Isu Akuisisi Saham oleh Jhonlin Group
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberikan klarifikasi terkait spekulasi pasar mengenai rencana pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Pihak manajemen BYAN menyatakan hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi mengenai detail, struktur, maupun porsi porsi transaksi atas kabar akuisisi saham yang beredar luas di publik tersebut. Sekretaris Perusahaan BYAN, Jenny Quantero, menjelaskan posisi perseroan dalam merespons dinamika informasi pasar modal tersebut melalui keterbukaan informasi.
"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," kata Jenny Quantero, Corporate Secretary BYAN.
Jenny menegaskan bahwa manajemen tidak memiliki data konkret mengenai besaran persentase atau nilai finansial dari rumor pengalihan kepemilikan saham tersebut. "Perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut," tegas Jenny Quantero, Corporate Secretary BYAN.
Pihak perseroan memastikan rumor akuisisi ini tidak mengganggu operasional harian maupun proyeksi kinerja keuangan PT Bayan Resources Tbk. "Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pasar modal dan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik," pungkas Jenny Quantero, Corporate Secretary BYAN.