Jalan Licin di Kramat Jati Picu Kecelakaan Maut Pelajar MAN 6 Jaktim

Share

Kecelakaan maut menimpa pelajar berinisial HH, siswa MAN 6 Jakarta Timur, di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (17/8) pagi. Korban terjatuh akibat jalan licin dan tertabrak truk, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian, dilansir dari Detikcom.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat korban hendak mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI ke-81 dan mengenakan seragam sekolah.

Korban yang mengendarai motor Honda BeAt melaju dari utara ke selatan di Jalan Raya Bogor, tepat di depan Rumah Makan Kuring, Pasar Induk Kramat Jati, terjatuh diduga karena jalan licin. Pada saat bersamaan, sebuah dump truck Dinas Kebersihan melintas dan menabrak korban sehingga meninggal dunia di tempat.

Warga sekitar, Aji (41), mengatakan jalan tersebut sering licin terutama saat pasar tumpah berlangsung dan ini kerap memicu kecelakaan hampir setiap minggu.

"Emang sering ada yang jatuh di sini, apalagi kalo ada pasar tumpah," ujar Aji di sekitar Jalan Raya Bogor.

Aji menambahkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan biasanya mulai dini hari dan dagangannya sering meluber hingga ke badan jalan, terutama pedagang makanan yang menggunakan es seperti ikan, yang menyebabkan jalan basah dan licin serta kemacetan pada pagi hari.

"Iya (jadi licin), apalagi kan banyak yang dagang makanan kayak ikan, ayam, apa pokoknya yang pake es itu. Nah dari situ biasanya airnya netes sampe jalannya basah," tambahnya.

Aji berharap para pedagang dapat tertib agar kondisi jalan tidak licin lagi, apalagi setelah kecelakaan yang menewaskan korban.

Warga lain, Yanto (44), juga menyatakan bahwa jalan licin akibat air siraman es dari pedagang ikan bisa bertahan hingga siang hari.

"Itu kan kayak pedagang ikan pada pakai es buat ngawetin. Ya di situ kali jalannya jadi licin. Kayaknya ampe siang bisa itu," kata Yanto di sekitar Pasar Kramat Jati.

Yanto berharap kecelakaan serupa tidak terjadi lagi dan pedagang yang direlokasi diberikan tempat berjualan yang layak, agar tetap bisa berdagang dengan tertib.

Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana menertibkan pedagang di pinggir jalan. Wali Kota Jaktim, Munjirin, menyatakan sudah ada langkah jangka pendek dan panjang, termasuk melarang pedagang menggunakan badan jalan untuk berjualan.

"Untuk penanganan darurat mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU dan aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," ujar Munjirin.

Selain itu, pedagang ikan diwajibkan menampung air siraman agar tidak membasahi jalan.

"Dan khusus untuk pedagang ikan untuk jangan menyiram ikan dengan air yang dibiarkan mengalir ke jalanan, tetapi air siraman wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," tambahnya.

Pemkot Jaktim juga berencana mengadakan rapat dengan PD Pasar Jaya pada Jumat (21/8) untuk membahas relokasi pedagang ke area Pasar Kramat Jati agar lebih tertib dan aman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author