Yoshitoshi Shinomiya Rilis Film Animasi A New Dawn

Share

Sutradara Yoshitoshi Shinomiya meluncurkan karya animasi panjang terbarunya berjudul A New Dawn. Dikutip dari Detikcom, ia sebelumnya dikenal sebagai background artist untuk film Children Who Chase Lost Voices dan The Garden of Words, serta key animator dalam film Your Name karya Makoto Shinkai. Film berdurasi 76 menit ini mengambil latar di sebuah desa kecil bernama Niura.

Kisah berfokus pada Keitaro Obinata, yang disuarakan oleh Riku Hagiwara, yang memilih tinggal sendirian di rumah keluarganya untuk menjaga memori serta sejarah terakhir keluarganya. Keluarga Obinata dulunya merupakan pengrajin kembang api yang pernah menjadi atraksi utama desa. Namun, kondisi berubah setelah pabrik kembang api milik ayahnya yang disuarakan oleh Takashi Okabe tutup, lalu sang ayah menghilang tanpa jejak.

Anggota keluarga lainnya memilih jalan hidup berbeda. Kakaknya, Sentaro atau Chicchi yang disuarakan oleh Miyu Irino, kini bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Sementara temannya, Kaoru yang disuarakan oleh Kotone Furukawa, memilih pindah dan menetap di Tokyo.

Konflik utama bermula ketika rumah keluarga Obinata menerima peringatan terakhir dari pemerintah daerah terkait rencana pembongkaran. Kondisi tersebut mendorong Chicchi menemui Kaoru agar mau kembali ke Niura. Mereka berharap dapat berkumpul kembali di rumah penuh kenangan tersebut. Selain itu, muncul keinginan untuk menyalakan kembang api pamungkas ciptaan Keluarga Obinata yang dinamai Shuhari.

Film debut Yoshitoshi Shinomiya ini mengusung alur cerita sederhana yang menyerupai karya arthouse. Narasi berfokus pada karakter-karakter yang terjebak dalam memori serta kenangan masa lalu mereka. Pengadegan dalam film kerap mencampurkan masa lalu dan masa kini dalam satu sekuens tanpa petunjuk yang jelas. Pendekatan narasi bergaya dreamlike ini membutuhkan konsentrasi lebih dari penonton saat menyaksikannya.

Eksplorasi tema memperlihatkan dampak modernisasi terhadap kawasan pedesaan. Alur dibuka dengan gambaran desa yang asri, lalu ditutup dengan lanskap perkotaan yang padat. Dari segi estetika, film ini mengandalkan gaya visual spesifik yang menyerupai lukisan cat air.

Penggunaan warna-warna pastel hadir untuk membangun suasana nostalgia sepanjang pemutaran. Eksperimen medium juga terlihat di beberapa adegan, termasuk penggunaan adegan stop-motion saat salah satu karakter digambarkan mabuk. Penampilan visual kembang api pada bagian akhir cerita menjadi salah satu momen puncaknya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author