Dishub DKI Geser Separator TransJakarta di Jalan Gatot Subroto Sementara Waktu
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggeser sementara separator jalur bus TransJakarta di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas selama perbaikan jalan dan trotoar, dilansir dari Detikcom.
Kepala Dishub DKI Budi Awaluddin menyatakan penggeseran dilakukan bertahap sesuai tahapan pekerjaan dan separator akan dipasang kembali setelah pekerjaan selesai. "Penggeseran separator ini dilakukan sementara untuk memberikan ruang bagi pekerjaan sekaligus menyesuaikan pengaturan lalu lintas di lokasi," ujar Budi.
Pekerjaan meliputi pembangunan dan peningkatan trotoar serta saluran di sisi utara, sementara di sisi selatan dilakukan pemeliharaan jalan dengan pelapisan hotmix. Selama perbaikan, bus TransJakarta berbagi lajur dengan kendaraan lain (mix traffic).
Budi menambahkan, "Pengaturan separator dan lajur akan disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan serta kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan." Di sisi utara Halte TransJakarta Pancoran juga ada pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur.
Dia mengimbau pengguna jalan agar memperhatikan rambu dan arahan petugas selama melintas. "Karena pekerjaan dilakukan secara bertahap, pengaturan lalu lintas juga akan mengikuti perkembangan pekerjaan di setiap segmen," kata Budi.
Pekerjaan di sisi utara terbagi tiga segmen, mulai dari Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter (1 Agustus-10 Oktober 2026), segmen kedua dari Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang 200 meter (13 September-31 Oktober 2026), dan segmen ketiga dari depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang 200 meter (4 Oktober-14 November 2026).
Di sisi selatan, pemeliharaan jalan terbagi dua segmen, dari turunan flyover Pancoran hingga simpang Jalan K.P. Tendean (sekitar Hotel Mercure), dan dari flyover Sudirman (Semanggi) hingga pintu Tol Senayan, dengan jadwal 8 Agustus sampai 12 September 2026.
Dishub menegaskan penggeseran separator hanya bersifat sementara dan akan dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan rampung. "Pengguna jalan diminta tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan," ujar Budi Awaluddin.