KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran KMP Putri Yasmin di Sekotong
Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi menemukan insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, bersumber dari sebuah truk boks muatan barang berbahaya yang berada di bagian buritan kapal pada Rabu (12/8/2026).
Hasil analisis penyebab insiden kapal penyeberangan tersebut disampaikan langsung oleh otoritas keselamatan transportasi dalam agenda rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Temuan-temuan asap pertama ditemukan di boks truk yang berada di buritan oleh Kelasi Jaga," kata Soerjanto Tjahjono, Kepala KNKT.
Petualangan memadamkan kobaran api sempat diupayakan secara langsung oleh para kru kapal, namun ketersediaan muatan berbahaya di dalam dek membuat kobaran sulit dikendalikan.
"Pemadaman awal dengan apar dan sprinkler tak efektif karena memang dari beberapa pengalaman kebakaran dari truk yang membawa barang berbahaya ini sangat sulit dipadamkan," ucap Soerjanto.
Pihak KNKT kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen manifes kendaraan untuk menelusuri rincian muatan yang diangkut oleh truk boks tersebut.
"Manifes nyatakan terdapat dari muatan truk didapat dari manifes truk tersebut terdapat 105 item. Jenis item beragam di antaranya sepeda motor, handphone, senapan angin, dokumen, pakaian, konsentrat, dan lain-lain," ujar Soerjanto.
Kendati demikian, petugas menemukan sejumlah kejanggalan pada catatan dokumen logistik yang diisi tanpa rincian spesifik.
"Namun kami tidak mendapat kejelasan selanjutnya sebenarnya isi konsentrat itu apa dan banyak paket-paket yang hanya diberi keterangan 0, 0, 0, artinya tidak diketahui isinya," imbuh Soerjanto.
Berdasarkan catatan operasional SAR Mataram, peristiwa timbulnya titik api pertama kali diperkirakan terjadi pada pukul 04.15 Wita sebelum laporan resmi diterima oleh tim penyelamat dari RB 220 Mataram.