Komdigi Susun Aturan Tarif Pengiriman Barang Ojek Online
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merencanakan penyusunan aturan tarif pengiriman barang dan makanan bagi pengemudi ojek online di Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). Dilansir dari Detik iNET, skema pembagian pendapatan ini dibuat berbeda dari regulasi pengantaran penumpang.
Pengaturan sektor ini akan dibagikan secara spesifik, di mana Kementerian Perhubungan menangani pengantaran orang, sementara Komdigi mengurus regulasi pengiriman logistik serta makanan.
"Rencananya kita akan menyusun Kepmen sesuai Perpres yang sedang disusun," ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Pihaknya menjelaskan bahwa skema pembagian 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator yang berlaku pada angkutan penumpang tidak diterapkan secara seragam pada layanan pengiriman barang.
"Nah kita sedang melakukan pendalaman. Dari proses bisnis pengantaran barang dan makanan, serta melihat aspirasi yang datang dari para pengemudi dan juga dari platform nanti kita lihat mana yang terbaik," kata Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan arahan agar penyusunan skema pembagian pendapatan dapat menjamin keadilan bagi mitra pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem industri platform digital.
"Ya, 92% dan 8% itu untuk pengantaran orang. Sementara ada fleksibilitas untuk pengantaran barang dan makanan. Namun demikian kita tetap melihat proses bisnisnya dan bagaimana algoritma yang disusun," kata Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Perbedaan perlakuan regulasi ini disebabkan oleh kompleksitas komponen operasional logistik, mulai dari dimensi dan bobot muatan, kemasan, hingga penanganan khusus selama proses pengantaran.
"Lalu ada juga risiko-risiko terlambat, cuaca buruk dan lain sebagai macamnya, Itu kan semuanya harus dihitung. Lalu nanti akan kita juga mendalami bagaimana platform melakukan charging terhadap service yang mereka berikan dari proses bisnis yang ada dan kita coba pastikan bahwa semua proses itu berlangsung secara fair sehingga pengemudi mendapatkan haknya dengan cukup fair," kata Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.
Penyesuaian variabel biaya tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan perhitungan pendapatan bagi para pengemudi serta menjaga marjin usaha pihak penyedia platform di tengah persaingan industri.