Nenek Sanami Tinggal di Rumah Hampir Ambruk di Pandeglang

Share

Nenek Sanami (75) warga Kampung Baitul Mumin, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa tinggal di rumah yang hampir ambruk selama tiga tahun terakhir, menurut laporan dari Detikcom. Rumah yang ditempati Sanami hanya menyisakan tempat layak di dapur, sedangkan atap samping dan tembok sudah rusak parah. Kondisi ini membuatnya khawatir rumah bisa roboh sewaktu-waktu, sehingga saat cuaca buruk ia mengungsi ke rumah tetangga. Sanami juga mengaku sering harus berpuasa karena tidak ada uang untuk membeli makanan, hanya mengandalkan bantuan tetangga.

"Sudah hampir tiga tahun tinggal di rumah begini," ujar Sanami pada Rabu (19/8/2026).

"Hujan, petir, Ibu nginep di rumah orang," tambahnya. Sanami pernah menerima dua kali bantuan sosial dari pemerintah, saat pandemi COVID-19 dan dari desa, tetapi belum mendapatkan bantuan untuk perbaikan rumah.

"Dapat bantuan pernah dua kali, pas COVID sama dari desa," kata Sanami. Dia berharap ada yang sudi membantu memperbaiki rumahnya yang sangat tidak layak huni.

"Kalau ada yang kasihan sama Ibu pengin dibetulin," ungkapnya. Kepala Desa Cimoyan, Oni Badroni, mengatakan pihak desa sudah mengusulkan perbaikan rumah Sanami, namun terkendala karena identitas administrasi Sanami belum lengkap. "Itu udah diusulin terkait rumah tersebut," ujar Oni.

Oni menambahkan pihak desa sedang mengurus pembuatan kartu keluarga baru untuk Sanami agar bantuan perbaikan rumah bisa terealisasi.

"Dari Dinsos harus dilengkapi data pribadinya, kartu keluarga-nya hilang ini lagi dibikinin KK-nya," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bantuan Berita sosial
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author