IHSG Melemah 0,60 Persen Sesi Pertama Jelang Pengumuman BI Rate
Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,60 persen atau turun 38,63 poin ke level 6.411,20 pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Penurunan indeks terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait penetapan suku bunga acuan.
Perdagangan sesi pertama mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp7,35 triliun dengan volume 21,43 miliar lembar saham. Sektor energi memimpin pelemahan hingga 1,35 persen, sementara sektor properti dan infrastruktur menjadi dua sektor yang bertahan menguat masing-masing 1,51 persen dan 0,82 persen.
Sikap transpired investor terbayang dari catatan aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp371,31 miliar pada sesi pertama. Sehari sebelumnya, IHSG sempat menguat 0,75 persen ke posisi 6.449,83 ditopang lonjakan saham Bayan Resources sebesar 19,97 persen.
Kondisi pasar keuangan domestik juga dibayangi ketidakpastian global setelah FTSE Russell memutuskan menunda rebalancing penuh pada indeks saham Indonesia hingga Desember 2026. Penundaan tersebut dilakukan sembari menunggu efektivitas peningkatan transparansi data kepemilikan saham.
Dari sisi aksi korporasi emiten, transaksi akuisisi terjadi pada PT Era Media Sejahtera Tbk dengan masuknya Sinergi Internasional Investama sebagai pengendali baru. Sementara itu, spekulasi akuisisi PT Bayan Resources Tbk oleh Grup Jhonlin masih menunggu keterbukaan informasi resmi.