PBB dan Suriah Sepakati Pengamanan Material Nuklir Era Assad

Share

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan pemerintah Suriah menandatangani kesepakatan untuk mengamankan serta memindahkan beberapa ton material nuklir dari lokasi rahasia Site 99. Langkah diplomasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Suriah ini menyasar material radioaktif sisa program peninggalan rezim mantan Presiden Bashar al-Assad.

Lokasi tersembunyi bernama Site 99 tersebut menyimpan konsentrat uranium atau yellowcake serta residu fasilitas Al-Kibar yang sempat dihancurkan oleh militer Israel pada 2007. Laporan media Israel Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa material tersebut berpotensi disalahgunakan menjadi bom kotor (dirty bomb) untuk mencemari suatu wilayah, meski tidak dapat dipakai langsung sebagai senjata nuklir.

Langkah pengamanan ini dipicu oleh temuan inspektur PBB setelah pemerintah baru Suriah secara sukarela melaporkan keberadaan fasilitas tersebut pada Juli 2026. Laporan Al Jazeera dan The Wall Street Journal mencatat bahwa tim pengawas juga menemukan logam uranium di lokasi tersebut saat melakukan penggalian dan eksplorasi di Deir ez-Zur.

Kepala IAEA Rafael Grossi mengonfirmasi langsung keberadaan material radioaktif tersebut saat memimpin pemeriksaan di Damaskus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author