SUCOFINDO Gandeng Perusahaan China Kembangkan Pengolahan Sampah Energi
PT SUCOFINDO (Persero) menjajaki kerja sama strategic dengan perusahaan asal China, Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co., Ltd. (HCETS), untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 13 Agustus 2026.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kolaborasi ini difokuskan untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan di Indonesia dengan menerapkan sistem pengolahan yang aman, andal, serta memenuhi standar lingkungan.
Direktur Utama SUCOFINDO Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa keberhasilan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sangat bergantung pada penyesuaian teknologi dengan karakteristik sampah lokal, kualitas konstruksi, hingga keandalan operasional dan pengendalian emisi secara menyeluruh.
"Indonesia membutuhkan solusi yang andal untuk mengurangi beban sampah perkotaan, salah satunya melalui upaya Waste to Energy (WTE). Namun, keberhasilan proyek WTE tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. Kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah, kualitas desain dan konstruksi, kesiapan operasional, keandalan aset, pengendalian emisi, pengelolaan residu merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan secara menyeluruh," tutur Sandry Pasambuna.
Dalam proyek ini, SUCOFINDO mengambil peran kunci pada sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC) untuk mengawal standar teknis dari awal hingga tahap perawatan.
"SUCOFINDO berkomitmen memberikan assurance yang objektif untuk memastikan aspek kualitas telah dibangun sejak tahap awal proyek, sekaligus memastikan fasilitas WTE dapat beroperasi secara aman dan andal serta didukung oleh bukti teknis dan lingkungan yang memadai," kata Sandry Pasambuna.
Pengawasan ketat dinilai menjadi krusial agar seluruh fasilitas PSEL yang dibangun beroperasi sesuai dengan regulasi keselamatan dan standar teknis yang berlaku.
"Pada pengembangan fasilitas Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan dalam memberikan assurance mulai dari tahap pembangunan, pengoperasian, hingga perawatan fasilitas. Peran tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan proyek memenuhi aspek kualitas, keselamatan, keandalan, serta persyaratan teknis dan lingkungan yang berlaku," jelas Sandry Pasambuna.
Di sisi lain, kolaborasi bilateral ini menjadi sarana ekspansi keahlian industri pengelolaan sampah padat bagi pihak China ke pasar internasional.
"Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama industri ini menjadi langkah penting bagi HCETS dalam memperkuat pengembangan internasional serta mendorong perluasan keahlian industri pengelolaan sampah padat China ke tingkat global. Kerja sama ini juga mencerminkan langkah proaktif China dan Indonesia dalam memanfaatkan keunggulan industri yang saling melengkapi serta bersama-sama mengeksplorasi berbagai peluang dalam pengembangan pengolahan sampah padat," kata Zhou Yitian, President Director HCETS.
Perusahaan China tersebut berencana untuk terus memperkuat sinergi dengan SUCOFINDO dan para mitra industri di berbagai sektor strategis.
"Perusahaan juga akan semakin memperkuat kolaborasi dengan SUCOFINDO dan mitra industri terkait untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang strategis, seperti teknologi, pengembangan talenta, standardisasi, dan proyek," tutup Zhou Yitian.
Kemitraan antara SUCOFINDO dan HCETS ini turut mencakup program pengembangan pengetahuan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyusunan metodologi teknis di bidang WTE.