Pramono Anung Pastikan LPDP Jakarta dan Perbaikan Sekolah Tetap Berjalan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan program pembiayaan pendidikan LPDP Jakarta dan perbaikan fasilitas sekolah rusak tetap berjalan bersamaan di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran perbaikan gedung sekolah rusak dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) agar tidak menggangu alokasi anggaran program beasiswa yang direncanakan berjalan pada 2027 mendatang.
"Yang pertama, hal yang berkaitan dengan sekolah-sekolah rusak termasuk SD Negeri 9, 11 dan sebagainya, pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan sebagian mengambil dana dari KLB dan sekarang ini kan sudah saya putuskan untuk pembangunannya dimulai bulan depan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono membeberkan alokasi anggaran penanganan fasilitas gedung yang rusak justru lebih besar dari usulan awal, tanpa harus mengorbankan keberlanjutan beasiswa LPDP Jakarta.
"Sehingga dengan demikian, bahkan anggaran untuk penanganan sekolah rusak lebih besar daripada apa yang diusulkan. Tetapi untuk LPDP tetap akan dijalankan," ujar Pramono.
Keputusan tersebut merespons usulan DPRD DKI Jakarta yang sempat menyarankan agar dana alokasi LPDP Jakarta senilai Rp 100 miliar dialihkan sebagian untuk perbaikan sekolah. Program beasiswa luar negeri tersebut ditargetkan untuk membiayai 50 hingga 75 siswa berprestasi pada tahun depan.
"Kalau kemudian anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi, maka mereka pasti bisa menjadi orang yang merubah atau lokomotif atau penarik dalam keluarganya," lanjut Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap para penerima beasiswa pendidikan tersebut kelak dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan studinya.
"Saya berharap suatu hari dengan pendidikan yang luar biasa, anak-anak yang kita sekolahkan kembali ke kampung halamannya untuk membangun," imbuh Pramono.