Ilmuwan Lepas Puluhan Bintang Laut Bunga Matahari di AS

Share

Para ilmuwan merilis 20 bintang laut bunga matahari (sunflower sea star) ke dasar laut sekitar Pulau Decatur, Kepulauan San Juan, Amerika Serikat pada April 2026. Pelepasan ini bertujuan memulihkan populasi predator utama yang terancam punah akibat wabah penyakit fatal.

Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, tim peneliti University of Washington bekerja sama dengan Samish Indian Nation dalam proses translokasi ini. Langkah tersebut diambil guna menekan lonjakan populasi bulu babi yang merusak hutan kelp di sepanjang perairan Pasifik.

Spesies ini mampu tumbuh dengan rentang lebih dari 90 sentimeter dan memiliki hingga 24 lengan. Keberadaannya sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati ekosistem pesisir dari kerusakan yang disebabkan oleh pemangsaan berlebihan oleh bulu babi.

"Mereka menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Mereka melindungi garis pantai. Mereka mendukung perikanan lokal. Rasanya seperti, apa yang tidak dilakukan hutan kelp?" kata Jason Hodin, ilmuwan riset dari University of Washington.

Populasi biota laut ini mengalami penurunan drastis dalam satu dekade terakhir akibat wabah sea star wasting disease yang dipicu infeksi bakteri Vibrio pectenicida serta gelombang panas laut.

"Kami benar-benar kehilangan banyak bintang laut. Kami memperkirakan telah kehilangan 90% sunflower sea star," ujar Jason Hodin, ilmuwan riset dari University of Washington.

Sebagai penanganan lanjutan, penangkaran intensif dilakukan di Friday Harbor Laboratories sejak fase larva. Peneliti membesarkan ribuan individu dan merawat mereka hingga berukuran lebih besar dari bentangan tangan manusia sebelum dilepas ke alam bebas.

Proses pelepasan sempat tertunda dari jadwal semula pada Oktober 2025 karena ditemukannya wabah aktif di lokasi target. Penyelaman baru dapat dieksekusi dengan aman setelah kondisi perairan dipastikan mendukung.

"Saya sangat bersyukur melihat bintang-bintang laut ini sehat dan bahagia di dalam air," kata Samuel Strauss, ahli biologi Samish Nation.

Hewan-hewan yang baru dilepaskan tersebut langsung bergerak aktif menjelajahi dasar laut, mencari celah batuan serta naungan vegetasi kelp untuk beradaptasi dengan lingkungan alaminya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author