Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Replika Rumah Proklamasi di Jakarta

Share

Kawasan Taman Tugu Proklamasi di Jalan Penataran No. 10, Jakarta, direncanakan menjadi lokasi pembangunan kembali replika Rumah Proklamasi. Langkah ini dirancang untuk menghidupkan kembali jejak fisik lokasi pembacaan naskah kemerdekaan Indonesia.

Seperti dilansir dari Detik Travel, tempat bersejarah tersebut menjadi saksi pelaksanaan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Bangunan tempat tinggal Bung Karno yang dahulu berada di Jalan Pegangsaan Timur 56 itu telah dibongkar pada awal 1960-an.

Saat ini, area tersebut hanya menyisakan batu fondasi asli. Posisinya digantikan oleh Tugu Petir setinggi 17 meter yang berdiri tepat di titik Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks proklamasi.

Gagasan mendirikan replika rumah Bung Karno difokuskan sebagai pusat edukasi mengenai titik awal kemerdekaan Indonesia. Upaya rekonstruksi ini ditujukan untuk menjaga kontinuitas rantai sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.

Edukator Taman Proklamasi, Simon, mengonfirmasi bahwa wacana menghadirkan kembali bangunan tersebut telah bergulir sejak tahun 2025.

"Mereka menuntut sejarawan, sejarah jangan putus," kata Simon saat dijumpai detikTravel pada Selasa (18/08/2026).

Proses Pembahasan dan Lokasi Bangunan

Proyek rekonstruksi bangunan ini masih masuk tahap pembahasan matang. Menteri Kebudayaan Fadli Zon tercatat telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada akhir Juli 2026.

Prosedur perancangan turut melibatkan para sejarawan, budayawan, pihak keluarga Bung Karno, serta instansi terkait. Pembangunan replika ditargetkan dapat terlaksana pada 2026 setelah seluruh koordinasi dan kendala lahan terselesaikan.

Area antara Tugu Petir dan Monumen Soekarno-Hatta diproyeksikan menjadi titik berdirinya bangunan replika tersebut.

"Kemungkinan yang saya lihat (dibangun) di pertengahan itu antara Tugu Petir dan Monumen Proklamasi (Soekarno-Hatta)," kata Simon.

Desain replika bakal disesuaikan berdasarkan kajian sejarah, meliputi arah menghadap, bentuk teras, pintu, jendela, serta atap rumah. Meski demikian, skala ukurannya kemungkinan dibuat lebih kecil dari bangunan aslinya.

"Kalau luasnya, saya rasa skalanya mungkin nggak terlalu sama. Tetapi tentang posisi pintu jendela, teras, bentuk-bentuknya, dan menghadapnya mungkin hampir sama," kata Simon.

Rincian teknis mengenai isi rumah serta izin akses pengunjung ke area dalam bangunan masih menunggu keputusan resmi. Keberadaan area Taman Proklamasi sendiri dipastikan tidak akan mengalami perubahan fungsi utama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author